Percikan Dendam #6

1152 Kata

Suara-suara binatang malam di tengah hutan memang jauh lebih terasa menyeramkan dibandingkan di desa, dan akan lebih terasa lagi kalau kita berada sendirian di tengah hutan, makin lengkaplah menjadi sebuah penderitaan jika kita berada dalam posisi ketakutan. Tetapi hal itu jelaslah takkan berlaku bagi Nyai Pamitri yang memang semenjak gadisnya telah lebih banyak menghabiskan masa hidupnya di hutan belantara, sebagai pelampiasan atas kegagalannya mendapatkan cinta dari Prayoga. Api unggun yang dinyalakannya masih menyala besar, hingga menjadikan udara di sekitarnya menjadi terasa lebih hangat sekalipun angin malam itu berhembus dengan kencang. Sudah dua ekor kelinci bakar disantapnya dan itu membuat perutnya menjadi kenyang, di bawah sebatang pohon besar menghadap api unggun dia menatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN