*** “Ya, memang Annisa menjadi tumbal dari ilmu hitam yang kumiliki, tapi semua ini gara-gara kamu!” “b*****h! Sudah kau yang membuat Annisa mati kini kau malah coba-coba melimpahkan kesalahanmu kepadaku, benar-benar biadab!” “Aku sendiri sebenarnya tidak tahu kalau Annisa akan dikorbankan sebagai tumbal dari ilmu yang kupelajari. Kamu tahu kenapa aku mati-matian berusaha mendapatkan ilmu itu? Semua itu kulakukan semata-mata agar aku bisa mengalahkanmu. dan tujuanku mengalahkanmu tidak lain agar membuat Annisa bangga, bahwa aku bisa jauh lebih baik darimu dalam segala hal. Tapi ternyata aku tak menyangka kalau dia malah dijadikan tumbalnya, semua lagi-lagi karena kamu, Faqih!” Bagas baru saja menyelesaikan kata-katanya di saat secara tiba-tiba Faqih yang memang sudah di puncak dari am

