BAB 24

1672 Kata

Sheila merapikan rambut cokelat bergelombangnya. Dia menatap dirinya yang memantul lewat cermin. Wajahnya kini seputih dan semulus porselen. Tapi dia selalu merasa ada kekurangan dalam wajahnya. Sebuah kekurangan yang belum bisa diperbaikinya. Sebuah dosa. Dosa karena telah membuang seorang anak yang tak bersalah. Dia tahu kalau dia sekarang populer meskipun karirnya masih flat. Tidak ada perubahan signifikan beberapa tahun ini. Apa yang harus dilakukan seorang wanita dewasa saat dia menyadari bahwa dulu dia pernah melakukan perbuatan yang sangat buruk bahkan terhadap anak kandungnya sendiri? Status yang disandangnya saat ini sebagai publik figur membuatnya semakin terbebani. Bagaimana kalau ada yang tahu? Bagaimana dia bisa menjelaskan kepada publik kalau dia... “Sheila siap-siap syuti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN