Hamil

1035 Kata
Di pagi hari Raina seperti biasa terbangun dari tidur nya dan segera mempersiapkan segala kebutuhannya untuk bekerja, akan tetapi dia merasakan mual yang secara tiba - tiba. " Ada apa ini mengapa setiap pagi aku merasakan mual begini " " Apa jangan - jangan " Raina pun segera mengecek ponsel nya untuk melihat tanggal, dan benar saja ini sudah lewat dari satu bulan.Lalu ia memutuskan untuk pergi ke dokter. " Sebenarnya saya sakit apa dok ?" ( Tanya Raina ) " Sebenarnya anda tidak sakit nona " ( Ucap seorang dokter sambil tersenyum ) " Lalu mengapa tadi saya muntah - muntah secara berlebihan? apakah asam lambungku kambuh dok " " Tidak nona, nona itu sudah biasa dialami oleh ibu hamil " " Apa dok hamil ? sa..saya hamil ? ( Ucap Raina gugup ) " Iya nona selamat anda positif hamil " " Dan saat ini usia kandungan nona sudah mencapai 1 bulan " " Selamat ya sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ibu " ( Ucap sang dokter ) Raina yang mendengar itu hanya bisa menganggukkan kepala dan tidak berkata sepatah kata pun. " Ini resep obat yang sudah saya tulis kan tolong ditebus ya nona " " Sekali lagi selamat nona " " Terimakasih dok kalau begitu saya permisi dulu " ( Ucap Raina segera meninggalkan ruangan tersebut ) Raina berjalan pulang dia bingung harus melakukan apa. Pernyataan seorang dokter tadi terus saja terngiang di kepala nya.Satu- satu nya cara yang dapat dilakukan adalah bertemu dengan Adit. Raina pun segera pergi ke rumah Adit.Sesampainya di Mancion Adit, Raina berteriak memanggil nama Adit " Adit...Adit... " ( Raina terus memanggilnya ) Sampai akhirnya seorang pelayan di Mancion Adit menghampirinya. " Permisi nona anda sedang mencari tuan Adit ? " " Iya bi Adit ada dirumah ? " Maaf nona sudah beberapa hari ini tuan tidak pulang ke dirumah " ( Jawab sang pelayan ) " Tidak pulang bi ? " " Iya nona " " Baiklah bi nanti kalau Adit sudah pulang tolong bilangin ya kalau saya datang kesini mencarinya " " Baik nona nanti saya akan sampaikan ke tuan " Raina pun segera pergi dari mancion Adit.Di saat perjalanan pulang Raina pun tak sengaja melihat Adit yang sedang menggandeng tangan seorang wanita.Raina pun segera datang menemuinya " Adit... Adit tunggu " ( teriak Raina mengejar Adit ) " Adit... " Adit langsung menoleh dikala ada seorang gadis memanggilnya. " Kau " ( Ucap Adit ) " Mau apa kau kemari ? " ( tanya Adit ) " Aku ingin berbicara kepadamu. Mengapa kau meninggalkanku Adit mengapa ?"( tanya Raina sambil menangis ) " Sudah kubilang kita tidak memiliki hubungan lagi mulai sekarang " " Tidak Adit tidak jangan tinggalkan aku, kau sudah berjanji kan untuk tidak meninggalkanku ? " " haha... itu dulu sebelum balas dendam ku terbalaskan dan sekarang balas dendam ku terbalaskan " " Aku tidak membutuhkanmu lagi " " Adit jangan begini kau harus tau bahwa aku sedang mengandung anakmu " ( Ucap Raina sembari memegang tangan Adit ) " Hamil ? " ( Adit terkejut ) " Iya dit aku mengandung anakmu, dan kau harus tanggung jawab dan menikahi ku hiks..hiks... " Kemudian datanglah seorang perempuan menghampiri keduanya dengan tatapan tidak suka kepada Raina " Sayang dia siapa? " (Tanya perempuan itu) " Aku kekasih Adit dan sekarang aku sedang mengandung anaknya, aku datang kemari untuk meminta pertanggung jawaban darinya " ( Ucap Raina) " Sayang apa benar yang diucap kan perempuan itu? " Kau menghamili nya ? ( Tanya perempuan itu lagi ) " Tidak sayang jangan percaya dengan kata - kata nya " ( Ucap Adit mengelak ) " Tidak Adit aku tidak berbohong aku berkata yang sesungguhnya " ( Ucap Raina memegang tangan Adit ) " Sudah ku bilang hubungan kita sudah berakhir dan mulai sekarang jangan ganggu aku " " Ayo sayang kita pergi dari sini "( Ucap Adit meninggalkan Raina ) " Adit.. Adit... " (Raina pun berteriak memanggil namanya) *-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*--*-*-*-*-*-* Disisi lain terlihat perempuan yang sedang merajuk kepada Adit " Kenapa murung sayang " " Nggakpapa" ( Ucap sang gadis tersebut ) " Ayolah sayang jangan cemberut gitu dong, nanti cantik nya hilang Lo " ( goda Adit ) " Tolong jelaskan apa yang dimaksud perempuan tadi sayang " " Apa dia kekasihmu? dan kau melakukan itu dengan nya " ( tanya gadis itu dengan penuh selidik ) " Sayang sudah aku bilang dia itu cuma mengada - ngada mana mungkin aku berbuat seperti itu " " Dia melakukan itu karena dia sakit hati karena aku memutuskan hubungan dengannya, mangkanya dia membuat drama seperti itu " " Kamu serius kan nggak bohong ?" ( tanya gadis itu ) " Aku serius sayang " ( Ucap Adit membelai rambut indah milik wanita itu ) " Ya udah aku percaya, tapi kamu harus janji sama aku jangan ninggalin aku kayak yang kamu lakukan dengannya " " Aku sudah memilihmu sayang dan rela meninggalkan kekasihku yang dulu hanya demi kamu " ( Ucap Wanita itu ) " Tidak akan sayang aku berjanji" ( Ucap adit memeluk wanita itu ) " Oh iya sayang bagaimana dengan pekerjaanmu ? " ( Tanya Adit memecah keheningan ) " Karir ku berjalan dengan baik sayang padahal aku masih baru menjadi model tetapi sudah banyak orang yang mengenalku " " Benarkah " ( Adit tersenyum ) " Iya sayang " ( Sang gadis mengangguk ) " Itu karena kamu lebih cantik dari mereka sayang " " Pasti lah teman - Teman ku yang lain tidak bisa menandingi kecantikan ku. Iya kan sayang ? ( Ucap sang gadis yang memakai dress warna merah yang tak sampai lutut itu dengan penuh percaya diri ) " Iya sayang kau wanita tercantik yang aku sayangi " *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Di rumah Raina terlihat Raina sedang menangis di kamar dan membuang foto- foto dirinya dengan sang kekasih " Mengapa kau jahat sekali Adit ? " " Aku sangat percaya kepadamu mengapa kau merusak kepercayaan ku ? hiks...hiks...." " Hidupku sekarang berantakan aku sendiri " hiks...hiks... Kemudian Raina teringat akan bayi yang dia kandung saat ini. Perempuan itu melihat dirinya di depan kaca lemari besarnya dan tak lama dia meraba perutnya. Apa aku harus mempertahankan semua ini ?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN