Di Mancion Adit sedang minum dan memandangi foto foto Raina yang terdapat di kamarnya.
" Akan ku buat kau menderita seperti yang kurasakan dulu "
" Selama ini kau sudah cukup bahagia "
" Dan ini saatnya aku membalaskan dendam ku "
Flashback on
Terlihat seorang anak laki - laki sedang bermanja-manja dengan sang Ayah
" Ayah " ( Teriak Adit kecil berlari ke sang ayah )
" Kenapa sayang "
" Ayah Adit ingin pergi ke kebun binatang"
" Adit mau ke kebun binatang? "
" Iya Ayah ajak Adit kesana ya "
" Baiklah besok di hari Minggu akan ayah ajak kau kesana "
" Yeee benar ya yah janji? " ( Tanya Adit menautkan jari kelingking nya ke Jari Ayahnya )
" Iya Ayah janji "
" Ada apa ini sepertinya kalian seru sekali " ( Tanya sang ibu yang baru saja dari dapur kepada keduanya )
" Ini Adit ingin pergi ke kebun binatang katanya "
" Iya Mah ayo pergi kesana " ( Ajak Adit antusias )
" Baiklah tapi tidak sekarang sayang tapi besok Minggu ya "
" Iya Mah "
Di hari Minggu keluarga bahagia itu sedang berlibur ke kebun binatang. Sang Ayah menepati janji nya untuk mengajak Adit pergi. Betapa bahagianya Adit dikala dia bersama kedua orang tua nya dapat berkumpul dengan bahagia.
" Ayah ayo kita berangkat " ( Ucap Adit tak sabar )
" Iya sayang oke kita berangkat " ( Ucap sang Ayah sembari menggendong Adit kecil )
Keluarga itu sangat bahagia ketika menikmati liburan mereka tetapi kebahagian itu seketika lenyap dikala Adit kecil harus kehilangan kedua orang tua nya dikarenakan kecelakaan sebuah mobil.
Setelah kejadian itu Adit pun kehilangan kedua orang tua nya untuk selama - lamanya. Dia akhirnya harus tinggal bersama dengan nenek dan kakek nya dan dia bertekad untuk membalaskan dendam kepada orang yang sudah membuat kedua orang tuanya itu meninggal.
Setelah beranjak dewasa Adit pun baru mengetahui bahwa yang menabrak kedua orang tuanya itu adalah orang tua dari Raina. Semenjak itu Adit pun bersumpah untuk membuat keluarga Raina hancur seperti yang ia rasakan saat itu.
Flash back off
Tidak lama lagi kau akan hancur Raina tunggu saja. ( Ucap Adit dengan senyum devil nya ) kemudian Adit mengeluarkan ponsel didalam kantong celana nya dan dia menelpon Raina
" Hallo sayang "
" Hallo sayang ada apa kau menelfon ku ? "
" Tak apa aku hanya rindu saja denganmu sayang "
" Aku juga rindu denganmu sayang "
" Yang.... "
"Sayang...." (Rengek Adit )
" Kenapa sayang " ( Jawab Raina )
" Besok ikut aku ya, aku ingin memberimu kejutan "
" Kejutan apa sayang perasaan ulang tahun ku sudah bulan kemarin deh"
" Memangnya kalau aku ingin memberimu kejutan harus ulang tahun ya ? "
" Hehehe.... nggak sih "
" Ya sudah besok malam aku jemput kamu jam 7 ya? "
" Iya sayang "
" Baiklah sudah malam tidur ya jangan begadang nggak baik "
" Oke sayang sekarang kamu tidur juga ya "
" Iya sayang I Love You Honey " ( Ucap Adit sebelum menutup teleponnya )
" I Love you Too Honey " ( Balas Raina )
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Keesokan harinya tepat jam 7 malam Adit pun menjemput Raina.
" Sayang aku sudah didepan " ( Ucap Adit menelfon Raina )
" Oke sayang sebentar aku keluar "
Tak lama setelah itu Raina pun keluar dengan dress warna putih dengan rambutnya yang tergerai membuat nya terlihat begitu anggun
" Hai sayang " ( Ucap Raina )
" Hai juga sayang " ( Jawab Adit dengan senyum yang semanis mungkin )
" Kamu hari ini cantik sekali " ( Ucap Adit sembari mengelus pipi Raina )
" Makasih sayang "
" Kemana kita hari ini ? "
" Kita akan ke restoran biasa aja gimana ? "
" Baik lah "
Setelah beberapa menit mereka pun sampai di restoran tempat biasa mereka kencan
" Duduklah sayang " ( Adit segera memundurkan kursi untuk Raina )
" Makasih sayang " ( Ucap Raina tersenyum )
Adit pun memanggil salah satu pelayan di restoran tersebut
" Sayang kamu mau makan apa ?" ( Tanya Adit )
" Nasi ayam teriyaki aja sama minumnya es jeruk "
" Baiklah mbak saya pesan nasi ayam teriyaki 2 dan es jeruknya 2 ya "
" Baik tuan "
Setelah memesan makanan Adit menatap lama wajah perempuan cantik yang berada dihadapannya itu
" Kamu kenapa sih dari tadi kok ngeliatin aku gitu ? " ( Tanya Raina dengan wajah yang bersemu merah )
" Nggakpapa aku bahagia aja bisa bersamamu sayang "
" Sayang kamu jangan ninggalin aku ya , aku sayang banget sama kamu" ( Ucap Adit)
" Iya sayang aku sayang banget sama kamu " ( balas Raina)
Tak lama setelah itu Adit pun meminta ijin kepada Raina untuk pergi ke toilet.
" Sayang aku ke toilet dulu ya "
" Iya sayang jangan lama - lama "
" Sebentar kok " ( Ucap adit sembari mengelus rambut Raina )
Adit pun berjalan langsung ke toilet tetapi sebelum itu dia telah membayar seorang pelayan untuk memberikan serbuk agar mencampurkan ke minuman Raina
Setelah selesai Adit pun datang ke tempat Raina yang sedang menunggu. Dan tak lama setelah itu makan pun sampai
" Ini makanannya tuan silahkan" ( Ucap pelayan )
" Makasih mbak " ( Ucap Adit )
Mereka pun langsung menyantap makanan dan minuman yang sudah dihidangkan.Tak lama setelah itu tiba- tiba Raina merasakan pusing di kepala nya.
" Sayang kamu kenapa " ( Tanya Adit pura - pura panik )
" Sayang kepala ku sangat pusing" ( Ucap Raina sembari melihat Adit dan di sekelilingnya seakan berputar )
Adit yang melihat itupun tersenyum licik
" Mungkin kamu terlalu lelah sayang "
" Aku sudah bilang jangan terlalu lelah sayang "
" Sayang aku mau pulang saja kepala ku sakit sekali "
" Baiklah aku antar kau pulang "
Adit pun segera memegang Raina dan ingin membawanya pulang tetapi sebelum itu Raina pun jatuh pingsan
" Sayang... sayang..." ( Ucap Adit sembari memegang pipi Raina )
Melihat Raina yang jatuh pingsan Adit pun tersenyum licik. Adit pun segera membawa Raina ke Mancion mewah miliknya.
Sesampainya di Mancion Adit membaringkan Raina di ranjang king size miliknya dan mengelus wajah cantik milik Raina.
" Malam ini kau akan menjadi milikku sayang "
" Kau harus merasakan apa yang kurasakan selama ini "
" Sakit... sakit yang selama ini ku rasakan "
" Dan kau harus merasakannya sekarang "
Adit pun mulai mencium wajah cantik Raina dan mencium bibir merah milik Raina.Adit pun segera membuka baju yang Raina kenakan dan dia segera melumat gundukan milik Raina yang sangat menantang untuk dijamah.
Adit semakin menggila dia terus menjilat gundukan tersebut dan meremasnya layaknya adonan.Setelah itu dia membuka semua baju yang ia kenakan dan segera menikmati tubuh sang gadis polos dan lugu itu dengan nikmatnya.
Malam itu menjadi malam yang indah bagi Adit karena ia berhasil membalaskan dendam nya kepada Raina.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Keesokan hari nya Raina mengerjapkan matanya karena matahari masuk kedalam celah kamar Adit. Dilihatnya sepasang tangan Kokoh yang sedang memeluknya. Raina yang tersadar sontak saja meghempaskan tangan Kokoh si pria tersebut dengan kasar.
" Apa yang telah terjadi ? " ( Ucapnya yang melihat dirinya tidak Memakai pakaian sehelai pun )
" Apa aku sudah.... " ( Ucap Raina menutup bibir mungil nya itu )
" Adit... " ( Teriak Raina )
Adit yang mendengar itu pun langsung terbangun
" Kenapa sayang ? " ( Jawab Adit dengan suara khas bangun tidur )
" Apa yang kau lakukan? hiks..hiks.. "
" Yang seharusnya kita lakukan dari dulu " ( Ucap Adit tersenyum licik)
" Kau benar - benar "
" Kau jahat Adit hiks..hiks..." ( Ucap Raina sembari menutupi raut wajahnya )
" Jahat kau bilang? hahahaha "
" Biar ku ceritakan apa itu jahat "
" Apa maksudmu ? " ( tanya Raina tak mengerti )
Adit pun menceritakan masa lalu nya kepada Raina.Raina yang mendengar cerita Adit pun tak percaya.
" Apa ? Jadi selama ini orang tua ku yang telah membunuh kedua orang tuamu ?"
" Ya... dan itu sangat membuatku hancur Raina "
" Aku harus kehilangan kedua orang tua ku disaat aku masih berumur 5 tahun "
" Itu sangat membuat hati ku hancur apa kau tau ? "
" Tetapi sialnya disaat aku ingin membalaskan dendam ku kepada orang tua mu takdir berkehendak lain, kedua orang tua mu lebih dahulu dipanggil sang maha kuasa "
" Tetapi dendam ku belum lengkap rasanya jika aku tidak menyakitimu "
" Apa selama ini kau mendekati mu hanya untuk balas dendam ? "
" Kau tidak mencintaiku?
" Cinta??? tidak... aku tidak pernah mencintaimu sedikitpun. Di dalam hatiku hanya ada rasa benci yang tersisa dan itu untukmu "
" Dan sekarang kita impas kau merasakan apa yang aku rasakan selama ini Raina"
" Tapi tak begini caranya Adit, kau merusak hidupku "
" Kau jahat Adit kau jahat... hiks..." ( Ucap Raina sembari memukul tubuh kekar Adit )
" Terserah apa katamu , tapi yang jelas rasa sakit ku sudah terbalaskan dan sekarang kau bukan siapa - siapa ku lagi "
" Kita putus " ( Ucap Adit tanpa meras bersalah )
" Tidak Adit kau harus tanggung jawab akan semua ini "
" Tidak pergilah dari Mancion ku "
" Adit aku mohon jangan begini. hiks.. hiks... "( Raina menangkupkan kedua tangannya dan memohon kepada Adit )
"Adit aku mohon "
" Tidak, aku tidak akan bertanggung jawab apa yang telah terjadi "
Mendengar perkataan Adit yang sangat menyakiti hatinya Raina pun segera berkemas dan segera meninggalkan Mancion milik Adit sembari menangis.
Raina terus berjalan sembari menangis menyusuri bangunan - bangunan besar di Kota Jakarta itu. Pikirannya pun tak karuan.
" Apa yang harus kulakukan sekarang hiks..hiks..hiks..."
" Hidupku sudah hancur sekarang "
" Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku kelak "
Raina pun duduk di tepi taman kota. Disisi lain terlihat Reyga yang sedang berolah raga tak jauh dari tempat Raina duduk.
" Raina... ( Ucap Reyga yang melihat Raina sedang duduk dan nampak bersedih itu )
" Mengapa dia sendirian disini dan kenapa dia menangis ? "
Melihat Raina yang sedang sedih Reyga pun segera menghampiri Raina, dan ingin bertanya apa yang telah terjadi kepadanya
" Raina ? Mengapa kau menangis ? "
Mendengar ada seseorang yang memanggilnya dan memegang pundaknya, Raina pun segera memeluk si pria tersebut
" Pak Reyga hiks....hiks...."
" Ada apa Raina? Mengapa kau menangis ? " ( Tanya Reyga khawatir )
" Apa kau baik - baik saja? Apa ada yang melukaimu ? "
Raina tak menjawab pertanyaan Reyga dia hanya bisa menangis dan memeluknya dengan erat.
" Hey Raina ada apa ? " ( Reyga pun bertanya kembali )
" Tidak pak saya tidak apa - apa" ( Ucap Raina yang tak ingin menceritakan masalahnya )
" Baiklah jika kau tidak ingin cerita sekarang tak apa, aku tidak memaksa"
" Jika kau perlu bantuan atau butuh teman curhat aku selalu siap Raina "
Raina pun hanya bisa menganggukkan kepalanya sembari menghapus air mata nya yang terus mengalir.Melihat Raina seperti ini Reyga pun memutuskan untuk mengantar Raina pulang.
" Baiklah Raina sepertinya kau lelah, kau butuh istirahat dan menenangkan pikiranmu "
" Mari ku antar kau pulang "
" Baik pak terimakasih "
Setelah mengantarkan Raina pulang Reyga pun segera berpamitan kepada Raina.
" Raina saya pulang dulu ya. Jika butuh apa - apa hubungi saya "
" Aku akan selalu ada untukmu dan jika kau perlu menenangkan pikiranmu, kau bisa cuti dulu untuk beberapa hari" ( Ucap Reyga panjang lebar )
" Terimakasih banyak pak saya sudah terlalu merepotkan bapak "
" Tidak kau sama sekali tidak merepotkan ku "
" Baiklah aku pulang dulu " ( Ucap Reyga mengusap air mata Raina dan memeluknya )
" Sekali lagi terimakasih pak " ( Ucap Raina lagi - lagi )
Pria itu pun segera melajukan mobilnya menuju Mancion miliknya.Pikirannya pun selalu memikirkan Raina.
" Ada apa dengan dirinya? tidak biasanya dia seperti itu. " ( Batin Reyga yang sedang menyetir )
"Ya pasti terjadi sesuatu firasat ku mengatakan bahwa dia ada masalah besar "
" Raina apa pun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu dan tidak akan aku biarkan siapapun menyakitimu "
" Aku berjanji "