Pernyataan Cinta dan Penolakan Reyga

1576 Kata
Sebelum jam pulang Kantor Reyga memanggil Raina untuk menuju ruangannya.Dia sudah memikirkan ini matang - matang dan hari ini dia siap untuk menyatakan perasaan nya itu kepada sang pujaan hati tok..tok... " Masuk " ( Ucap Reyga ) " Bapak memanggil saya " " Iya Raina silahkan duduk " " Saya nanti akan bertemu dengan kolega saya yang ingin membicarakan masalah jalinan kerjasama di perusahaan sebelah dan saya minta kaku temani saya ya " " Baik pak saya akan menemani bapak nanti " " Kapan kiranya pak kita akan berangkat ? " ( Tanya Raina ) " Sekarang kita berangkat ,ikutlah dengan saya " ( Perintah Reyga dan menuju tempat parkir Setelah sampai di tempat parkir Reyga pun melajukan mobilnya yang ditemani oleh Raina. Selama perjalanan tak henti - hentinya Reyga memandangi wajah cantik milik Raina. Melihat hal itu Raina pun merasa tak enak hati dan hanya bisa terdiam sambil menatap lurus jalan didepannya. Setelah menempuh perjalan sekitar setengah jam keduanya pun telah sampai di sebuah restoran yang cukup mahal. Mereka pun turun dan Reyga pun berkata " Ayo Raina kita telah sampai " ( Ucap Reyga kepada Raina ) Mereka menuju tempat yang sudah dipesan oleh Reyga sebelumnya. Tempat itu sengaja dipesan Reyga agar mereka dapat berdua dan Reyga bisa menyatakan perasaan yang sebenarnya kepada Raina. "Duduklah " ( Ucap Reyga mempersilahkan Raina untuk duduk ) " Kenapa kita kesini pak ? dimana orang yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita ? " ( tanya Raina dengan terus terang tanpa basa - basi ) Tak lama setelah itu terdengar ada beberapa orang yang sedang memainkan biola. Raina pun yang mendengar hal itu langsung bertanya kepada sang atasan apa yang sebenarnya terjadi. " Pak apa ini ? ( Ucap Raina ) Melihat Raina yang sedari tadi bingung Reyga pun segera menjelaskannya dan memberikan beberapa bunga dan juga sebuah kotak yang berisikan cincin permata. " Raina, maaf kalau aku tidak memberitahumu, aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ku yang sudah lama aku pendam " " jujur sejak pertama aku melihatmu ada sesuatu yang berbeda darimu kau sangat lugu dan sederhana dan itu membuatku jatuh cinta kepadamu " " Mungkin ini semua terasa sangat terburu - buru , tapi aku sudah tak tahan ingin mengungkapkan ini kepadamu " " Raina, maukah kau menjadi pendamping hidupku ?" ( Ucap Reyga panjang lebar ) Mendengar pernyataan cinta dari atasannya Raina pun hanya terdiam dan tidak menjawab apapun. Pikirannya kini tidak karuan jujur disaat ini hatinya masih dipenuhi oleh satu laki - laki yang sampai saat ini menjadi kekasihnya selama bertahun - tahun itu yaitu Adit. "Apa bapak serius" ( Ucap Raina untuk mengulur waktu untuk menjawab ) "Saya sangat serius Raina" ( Ucap Reyga sedang setengah duduk dihadapannya itu ) " Tapi pak saya.... " " Tapi apa Raina ? " " Saya sudah memiliki kekasih dan saya sangat mencintai kekasih saya pak " ( Ucap Raina dengan nada penyesalan ) Reyga yang mendengar penolakan dari Raina pun merubah wajahnya menjadi pucat dan tidak semangat lagi " Apa kau tidak bisa memberiku kesempatan untuk mengenalmu lebih dekat Raina ? " " Dan itu artinya kau menolak ku ? " ( Ucap Reyga lesu ) " Maafkan saya pak saya tidak bermaksud mengecewakan bapak hanya saja saya tidak ingin menyakiti hati kekasih saya dan memberikan harapan palsu kepada bapak " " sekali lagi saya minta maaf pak " Raina pun segera berlari meninggalkan Reyga sendiri, tetapi sebelum itu Reyga memanggilnya dan mengatakan "Raina tunggu !!!!! " ( Ucap Reyga ) Raina pun menoleh " Aku menghargai keputusanmu mungkin ini memang terlalu cepat buat mu, tapi percayalah sampai kapanpun aku akan tetap menunggumu Raina " " Sekali lagi maafkan saya pak " Raina yang mendengar pernyataan tulus dari Reyga pun hanya bisa pergi meninggalkan Reyga sendiri dengan semua kejutan yang sudah ia siapkan. *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Sesampainya di rumah Raina selalu saja memikirkan perkataan bos nya itu yang belum lama ini menyatakan perasaan kepadanya. " Ada apa ini mengapa perasaan ku seperti ini ? " ( Pikir Raina yang sedang tiduran di kamarnya itu ) " Apa aku mulai nyaman dengan nya ? " " Ah Raina mengapa kau mempunyai pikiran seperti itu ? sadar Raina dia hanyalah atasanmu tidak lebih " " Lagipula kau sudah memiliki kekasih yang sangat mencintaimu " " Kau tidak boleh memiliki perasaan terhadap Reyga Raina ingat dia hanya atasanmu " Raina pun sebuah album yang berisikan foto - foto nya dengan Adit. Dia sangat merindukan kekasihnya itu yang sudah beberapa hari tak menghubunginya. " Apa kabar kau sayang ? " " Apa kau baik - baik saja di sana ?" " Mengapa kau tidak lagi menghubungiku ?" " Aku sangat merindukanmu sayang " ( Ucap Raina yang sedari tadi memandangi foto Adit ) " Cepat pulang sayang " Raina yang terus berbicara kepada foto - foto Adit pun hingga tak sadar meneteskan air mata dan tak lama setelah itu ia pun terlelap dengan memeluk foto Adit. Di Mancion terlihat Reyga yang sedang patah hati untuk kedua kalinya sepulangnya dari restoran itu ia hanya diam dan tak banyak bicara. Bi Meli yang melihat tuan nya sedang sedih pun mencoba untuk menanyai tuannya itu " Apa tuan butuh sesuatu ? ( tanya Bi Meli membuyarkan lamunannya ) " Tidak bi saya tidak ingin apa - apa " ( Ucap Reyga yang langsung menuju kamarnya itu ) " Sepertinya tuan sedang tidak baik - baik saja " ( Duga bi Meli ) " Ya Allah semoga tuan segera menyelesaikan masalahnya dan segera kembali ceria sepeti sedia kala ) " Mengapa kau menolak ku " " Apa aku kurang pantas bagimu ? " " Tetapi tak apa, aku akan mencobanya lagi walau sampai kapan pun kau menolak ku aku akan tetap berusaha mendapatkan mu Raina " Ya itu lah Reyga selagi keinginan nya belum terpenuhi Sampai kapanpun ia akan berusaha mendapatkannya. Keesokan hari nya Reyga seperti biasa berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil mewah yang ia tumpangi. Sesampainya di kantor Reyga pun berjalan menuju ruangannya tiba - tiba.... Bruaakk... Lagi - lagi Reyga pun menabrak seorang wanita yang tak lain adalah Raina. Reyga pun segera menyangga wanita bertubuh mungil itu Kedua nya pun saling menatap cukup lama " Cantik sekali " ( batin Reyga menatap paras cantik milik Raina ) " Ya Allah ada apa ini mengapa jantung ku berdetak kencang begini ? " ( Batin Raina menatap paras tampan milik Reyga ) " Ah tidak... tidak...tidak... " " Ingat Raina kau sudah memiliki kekasih " ( pikir Raina mengingat sang kekasih ) Keduanya pun tersadar dan Reyga segera membantu Raina untuk berdiri " Maaf pak lagi - lagi saya menabrak bapak " ( Ucap Raina dengan menunduk ) " Tak apa " ( Ucap Reyga tersenyum ) " Kalau begitu saya permisi ke ruangan saya pak ( Raina pun segera berjalan dengan cepat menuju ruangannya ) Andaikan kau mau menjadi kekasihku Raina pasti hari ini aku sangat bahagia batin Reyga dan segera menuju ruangannya. *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Beberapa hari pun berlalu tetapi Raina tak kunjung mendapatkan kabar dari Adit. Raina yang tengah asyik melihat bunga - bunga indah di taman rumah nya itu pun terkejut ketika tiba - tiba sepasang tangan Kokoh memeluk Raina. " Siapa kau ? " ( tanya Raina ) " Apa kau lupa denganku sayang ? " Pria itu tak lain adalah Adit yang datang secara tiba - tiba " Sayang kau sudah pulang ? " ( Tanya Raina tak percaya dan segera memeluk tubuh Adit ) " Kenapa kau baru pulang sekarang? " " Mengapa kau tak menghubungiku sayang hiks..hiks... ? " " Maafkan aku sayang aku tak bermaksud membuatmu khawatir, hanya saja dalam beberapa hari ini aku ada masalah jadi ya aku tidak bisa menghubungimu " ( Ucap Adit menghapus air mata Raina ) " Maafkan aku ya aku janji tidak akan membuatmu khawatir lagi " " Kau janji ? " ( tanya Raina mengacungkan jari kelingkingnya ke kelingking Adit ) " Iya aku janji sayang ini pertama dan terakhir kalinya aku membuat kamu khawatir " " Oke sayang untuk menembus kesalahanku bagaimana kalau kita pergi makan malam di cafe biasanya " " Kau mau ? " " Iya aku mau " Mereka pun segera pergi ke cafe biasa untuk makan malam. Ditengah tengah makan malam mereka Raina pun meminta ijin kepada sang kekasih untuk pergi ke toilet " Sayang aku ke toilet dulu ya ? " " Iya sayang aku tunggu disini jangan lama - lama " " Iya sayang aku cuma sebentar kok " Adit yang melihat Raina pergi dari hadapannya pun tersenyum licik dan berkata " Tak lama lagi dendam ku akan terbalaskan " " Tunggu saja kau, akan kubuat hidupmu menderita seperti apa yang kurasakan dulu " ( Batin Adit memandang sang kekasih yang tak lama pergi dari hadapannya itu ) Setelah mereka makan malam sepasang kekasih itu pun segera pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.Mereka telah sampai di ruamah Raina " Sayang makasih ya " ( Ucap Raina ) " Iya sayang sama - sama " ( Balas Adit sembari mencium tangan Raina ) " Aku pulang dulu ya " ( Ucap Adit sembari melambaikan tangan nya ) " Iya sayang hati - hati jangan ngebut - ngebut " Di Mancion Adit terlihat Adit yang sedang minum dan memandang foto Raina " Akan ku buat kau menderita seperti yang kurasakan dulu " " Selama ini kau sudah cukup hidup bahagia " " Dan ini saat nya aku membalaskan dendam ku "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN