Di Mancion Reyga, terlihat Reyga sedang berkutat dengan laptop dan beberapa berkas di meja kerjanya.Kemudian pikirannya tiba - tiba tertuju pada Raina yang akhir - akhir ini berubah menjadi pendiam.
" Mengapa dia berubah ? "
" Tak biasanya dia seperti itu ? "
" Apa dia sakit ? atau jangan - jangan dia ada masalah ? "
Begitu kiranya pemikiran Reyga . Pasalnya sewaktu rapat penting di siang ini Raina terlihat tidak fokus saat sedang mempresentasikan hasil pekerjaannya.
" Pasti dia ada masalah besar firasat ku mengatakan seperti itu "
" Coba ku hubungi saja kalau begitu "
Beberapa kali Reyga mencoba menghubungi Raina dan menunggu balasan dari pesan singkat yang ia kirimkan melalui ponselnya tetapi tak ada balasan dari Raina.
Reyga berniat akan mengunjungi rumah Raina tetapi mengingat sudah pukul sepuluh malam Reyga pun mengurungkan niatnya.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Raina terus saja menagis dan memikirkan hal buruk yang menimpa dirinya sebulan yang lalu.
" Apa yang harus aku lakukan hidupku sudah hancur ini semua karena kau Adit hiks...hiks... "
" Mengapa kau melakukannya ? "
" Kau tega mengkhianati kepercayaan ku "
Raina pun segera berlari belakang rumahnya.
" Mungkin ini yang terbaik untukku "
Disaat Raina ingin melakukan tindakan bunuh diri dengan cara gantung diri tiba - tiba sepasang tangan Kokoh yang datang dan memeluknya hingga membuatnya terjatuh
" Akhh.... " ( Teriak Raina )
" Apa yang kau lakukan ? "
" Apa kau sudah gila ingin melakukan ini ? " ( Ucap pria itu )
Pria itu ialah Reyga yang datang secara tiba - tiba dan segera menyelamatkan Raina dari tindakan konyolnya itu.Reyga pun segera memeluk gadis bertubuh mungil itu
" Mengapa kau melakukan semua ini ?"
" hiks..hiks... Kau tidak mengerti pak, hidupku sudah hancur "
" Apa maksudmu " ( tanya Reyga tak mengerti )
Kemudian Reyga melihat selembar kertas yang Raina pegang dan mengambilnya dari tangan Raina.Kertas itu berisikan hasil dari Rumah Sakit yang menunjukkan bahwa Raina positif hamil
" Raina apa saat ini kau sedang......" ( ucap Reyga tak percaya )
Melihat itu Raina hanya menunduk dan menangis
" Raina jawab Raina "
" Apa kau sedang mengandung ? "
" Semua itu gara - gara lelaki itu hiks...hiks..." ( ucap Raina )
" Siapa ? coba kau jelaskan apa yang terjadi hingga kau seperti ini "
Raina pun menceritakan bagaimana awal mula dia bertemu Adit hingga kejadian itu menimpa dirinya. Mendengar ucapan dari Raina, Reyga hanya bisa memandang wajah sayu Raina tak percaya.
" Ya tuhan bagaimana ini apa yang harus ku lakukan sekarang "
" Tetapi aku sangat mencintainya "
" Aku tidak ingin kehilangan cintaku untuk yang kedua kalinya "
" Apa aku harus menerima semua ini ?" ( batin Reyga )
Keduanya masih tetap diam dan tak ada yang berbicara tiba - tiba.....
" Aku siap untuk menjadi ayah dari bayi yang kau kandung "
Pernyataan itu langsung saja terlontar dari mulut Reyga hingga membuat Raina terkejut
" Apa ? " ( Ucap Raina tak percaya )
" Iya, kau tidak salah mendengarnya Raina, aku bersungguh - sungguh "
( Ucap Reyga meyakinkan Raina)
" Tidak... jika kau mengatakan hal itu hanya karena kasihan kepada ku maka tidak usah " ( Ucap Raina meninggalkan Reyga )
" Raina tunggu Raina... " ( teriak Reyga dan segera mengejar Raina )
" Raina tunggu "
" Tidak pak aku tidak apa "
" Ini semua salahku biar aku yang menanggungnya sendiri "
" Tidak Raina "
" Hei dengarkan aku dulu aku bersungguh - sungguh , aku sangat mencintaimu "
" Aku tak peduli dengan masa lalu mu, semua orang pasti punya masa lalu yang kelam "
" Aku mohon menikahlah dengan ku "
" Ini semua kulakukan karena aku sangat mencintaimu dan juga demi bayi yang kandung " ( Ucap Reyga meyakinkan Raina )
" Apa kau serius? " ( tanya Raina)
" Aku tidak pernah bermain - main dengan ucapan ku Raina , aku serius "
" hiks...hiks... makasih pak aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi kecuali makasih pak "
" Aku...aku... " ( ucapan Raina terhenti )
" Hush... sudah tak apa " ( Ucap Reyga menyentuh bibir Raina dengan telunjuknya )
" Tapi pak ... " ( Ucap Raina menggantungkan kalimatnya )
" Tapi apa Raina ? ( tanya Reyga )
" Maaf saya belum bisa membalas cinta bapak tapi saya berjanji akan belajar untuk mencintai bapak "
" Apa bapak mau menunggunya ? "
Reyga pun tersenyum mendengar ucapan dari Raina
" Dengan kau mengijinkan aku untuk masuk ke dalam hidupmu itu sudah cukup bagiku "
" Tak apa jika kau belum siap akan semua ini "
" Aku akan menunggu sampai kau siap dan ya jangan memanggilku bapak lagi, panggil aku Reyga saja "
" Masak nanti kalau sudah nikah manggilnya tetap bapak, aku kan calon suamimu "
" Makasih Rey..Reyga " ( Ucap Raina )
" Sudah jangan menangis lagi ya aku tidak suka melihatmu menangis seperti ini "
" Mulai hari ini dan seterusnya aku mau Raina ku selalu bahagia dan tersenyum terus ya " ( Ucap Reyga mengusap air mata di pipi Raina)
" Kita akan membesarkannya bersama-sama ya sayang " ( Ucap Reyga tersenyum sembari memegang perut Raina)
" Iya " ( Ucap Raina segera memeluk pria itu)
" Terimakasih Reyga " ( Ucap Raina lagi - lagi dan segera di angguki oleh Reyga)