Pernikahan

959 Kata
Terlihat sepasang suami istri yang baru saja menikah tengah menyalami para tamu undangan. Reyga dan Raina baru saja melangsungkan pernikahan mereka di sebuah gedung mewah. Pernikahan mereka di selenggarakan di sebuah gedung yang mewah dan dihadiri oleh para staff karyawan dan teman - teman Reyga. " Wah cantik sekali, tidak salah pak Presdir memilihnya " Begitu yang diucapkan para tamu yang kagum akan kecantikan Raina " Selamat pak semoga pernikahan kalian bahagia " Ucap salah satu karyawan " Selamat Raina semoga kalian berdua bahagia dan tetap bersama sampai maut memisahkan " Ucap Mawar yang merupakan teman di kantor Raina sembari memeluk Raina " Amin terimakasih banyak atas doanya dan terimakasih juga telah menyempatkan waktunya untuk hadir di acara kami " Ucap Raina " Silahkan menikmati makanan yang sudah disiapkan " Ucap Reyga Para tamu undangan pun sangat bahagia dengan acara ini tak terkecuali Raina dan Reyga sepasang sejoli yang baru saja telah resmi menyandang sebagai suami-istri. Setelah acara selesai Reyga segera membawa sang istri menuju Mancion mewah miliknya yang di kendarai oleh sopir pribadi Reyga. Beberapa saat kemudian mereka berdua telah sampai di Mancion megah milik Reyga. " Sayang ayo masuk " Ucap Reyga mengulurkan tangannya untuk sang istri " Terimakasih Reyga " Ucap Raina menerima uluran tangan tersebut " Ayo akan ku tunjukkan kamar kita " Reyga pun segera menuju kamar nya yang sudah dihiasi bunga mawar merah di kasur dengan bentuk hati " Ini kamar kita sayang mulai malam ini kamu juga tidur disini " " Iya aku mau mandi dulu ya " " Baiklah kamu mandi aku tunggu jangan lama - lama oke " Ucap Reyga mengecup kening sang istri Didalam kamar mandi Raina terus saja senyum - senyum sendiri melihat perlakuan manis Reyga kepadanya. " Ada apa ini mengapa jantungku berdebar kencang ? " " Ya tuhan mengapa dia baik sekali? sepertinya dia benar - benar tulus mencintaiku " " Sepertinya aku harus belajar untuk mencintainya dan melupakan masa lalu ku " Setelah Raina membersihkan diri Raina pun keluar dari kamar mandi, dilihatnya seorang pria yang bertubuh atletis, d**a bidang dan pahatan - pahatan indah milik Reyga yang sangat memanjakan mata bagi kaum wanita. Raina yang melihat itu pun ternganga dengan paras tampan yang dimiliki Reyga yang sekarang sudah sah menjadi suaminya itu. Reyga yang melihat itu langsung menghampiri Raina. " Sayang... kamu sudah selesai mandi ? " tanya Reyga tapi tak kunjung mendapatkan jawaban " Sayang hei kamu kenapa ? " " Raina " " Eh iya maaf aku udah selesai kok sayang " " Apa sayang kau memanggilku apa tadi ? sayang ? benarkah itu ? " I..iya ... nggakpapa kan ? " Ucap Raina tersenyum " Tidak apa - apa kok justru aku sangat bahagia sekarang " Reyga pun segera memeluk Raina dan mencium wajah ayu milik Raina itu.Raina pun segera memeluk tubuh Reyga dengan erat. " Sayang terimakasih ya kau sangat baik padaku " " Aku mungkin tidak bisa membalas kebaikanmu ini " " Sudah sayang kau jangan berbicara seperti itu, yang aku lakukan ini sudah sewajarnya yang dilakukan seorang suami kepada istrinya " Ucap Reyga mengelus pipi nya "Sayang aku lapar makan yuk " Ajak Raina kepada sang suami " Hmm... kamu masih lapar ternyata ya udah ayo kita kebawah " Reyga pun mencubit pipi Raina dengan gemas nya " Tapi aku mandi dulu ya sebentar aja kok " Raina pun menganggukkan kepalanya dan menunggu sang suami membersihkan diri. Setelah mandi Raina dan Reyga menuju ruang makan.Mereka menikmati makan malam mereka dan di selingi dengan canda tawa dari Reyga yang membuat Raina tertawa terus menerus. "Tetaplah bahagia seperti ini sayang " " Aku berjanji akan selalu menjagamu" Batin Reyga " Sayang aku sudah selesai " " Minum s**u nya dulu sayang ". Reyga pun memberikan segelas s**u untuk Raina Setelah selesai makan malam mereka berjalan menuju kamar mereka dan menikmati kebersamaan mereka sebagai sepasang suami istri . *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Keesokan harinya Raina sedang berjalan - jalan mengelilingi Mancion Reyga dengan ditemani sang suami, dan dia melihat salah satu ruangan yang menarik perhatiannya. " Sayang itu ruangan apa ? tunjuk Raina " Oh itu , itu ruangan perpustakaan sayang " " Apa aku boleh masuk ? " " Boleh dong kenapa kau bertanya? " Reyga pun segera membuka pintu itu... " Wah luas sekali " " Ini ruang perpustakaan mu ? " " Iya sayang aku sangat suka membaca kalau aku tidak ada pekerjaan kantor pasti aku menyempatkan untuk membaca disini" " Kau suka membaca buku sejarah ya ternyata " " Hampir semua buku yang ada disini membahas tentang sejarah " " Kebetulan sejarah merupakan pelajaran favoritku oleh sebab itu aku banyak memiliki buku yang ber- tema kan sejarah " Raina pun mengangguk dan membaca berbagai buku di sana.Disaat asyik membaca buku Raina tiba - tiba merasakan mual secara tiba - tiba dan segera menuju kamar mandi. Reyga yang melihat itu pun segera menyusul sang istri untuk memastikan Raina baik - baik saja. " Sayang apa kau baik - baik saja ? " Raina? " tanya Reyga yang khawatir Raina pun segera keluar dari kamar mandi " Aku tidak apa - apa sayang " " Tetapi kau sedikit pucat sayang kita ke dokter ya ? " Reyga pun memeriksa kening Raina " Tidak usah sayang ini sudah biasa seperti ini " " Apa kau serius ? " " Percayalah padaku aku tidak apa - apa " " hemm... sayang kemari lah " Reyga pun segera mendekat dengan Raina dan perlahan wanita itu langsung memeluk tubuh sang suami " Aku peluk kamu ya " " Sini sayang " Ucap Reyga tersenyum dan segera memeluk Raina " Apa sekarang sudah lebih baik sayang ? " " Sudah lebih baik sayang entah kenapa rasa mual ku menjadi berkurang sekarang " " Syukurlah kalau begitu "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN