Seiring berjalannya waktu tidak terasa pernikahan Reyga dan Raina sudah mencapai empat bulan. Mereka menikmati kebersamaan mereka sebagai sepasang suami istri yang bahagia.
Raina terbangun dari tidur nya dan melihat sang suami masih terlelap jadi tak tega untuk membangunkannya.
Raina memutuskan untuk membersihkan dirinya.
Setelah itu ia berencana untuk mempersiapkan acara malam nanti dan membuat kejutan untuk suaminya yang sedang berulang tahun. Raina yang sedang berada di balkon kamar Reyga pun menelpon seseorang untuk menanyakan pesanannya.
" Halo "
Ucap Raina
" Halo nona" Ucap Seseorang di seberang sana
" Pesanan yang tempo hari saya pesan apa sudah siap mbak ? "
" Sudah nona "
" Baiklah nanti akan ku ambil nanti "
" Terimakasih ya "
" Sama - sama nona "
Tiba - tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang dan membuatnya terkejut
" Morning sayang "
Ucap Reyga sembari mengecup kepala Raina dan mengusap perut Raina yang mulai membuncit
" Kau sudah bangun sayang kau membuatku terkejut saja "
" Kau menelpon siapa sayang ?"
Tanya Reyga
" Tidak bukan siapa - siapa "
" Sayang... "
Panggil Reyga manja
" Apa sayang "
Raina pun segera membalikkan tubuhnya menatap sang suami
" Nanti aku pulang sedikit terlambat aku ada meeting dengan klien ku dari Amerika apa kau tak apa "
" Tak apa aku ngerti kok sayang "
" Tapi kau harus janji ya pulang cepat dan jangan lupa makan sayang aku nggak mau kamu sampai sakit nanti"
" Iya kau tenang saja sayang "
" Ya sudah sekarang bersiaplah akan ku siapkan sarapan untukmu "
" Baiklah aku mandi dulu "
Reyga pun segera bersiap dan Raina segera menuju ke dapur untuk mempersiapkan sarapan, sebelum itu dia sudah menyiapkan pakaian untuk Reyga.
Reyga sudah selesai bersiap dan dia segera menuju ruang makan untuk sarapan.
" Sayang kau mau makan apa ?"
Tanya Raina
" Apa saja sayang yang penting kamu yang masak "
" Hmm.. bisa aja kamu "
Ucap Raina dengan wajah yang bersemu merah
"Cie... malu - malu kucing "
Ucap Reyga menyentuh pipi Raina
" Apaan sih "
Ucap Raina dengan wajah yang bersemu merah
Raina pun segera memberi sepiring nasi goreng dengan lauk pauknya.
" Ini sayang sudah cepat habiskan sarapan mu nanti kau bisa terlambat "
Setelah selesai sarapan Reyga pun segera berpamitan dengan sang istri untuk ke Kantornya.
" Sayang aku berangkat dulu ya, kau baik - baik di rumah "
" Kalau ada apa - apa segera kabari aku ya sayang " Ucap Reyga lalu mengecup kening sang istri
" Iya sayang "
" Sehat - sehat anak papa jangan merepotkan mama ya sayang "
Ucap Reyga mengelus dan mencium perut buncit Raina
" Bye sayang hati- hati di rumah aku pergi dulu "
Reyga pun melambaikan tangannya dan segera menancap gas mobilnya
" Iya sayang hati - hati "
Raina pun melambaikan tangan nya
Perlahan mobil Reyga mulai jauh dari penglihatan Raina kemudian Raina pun mendapatkan ide dan meminta Bi Meli untuk membantunya mempersiapkan kejutan untuk malam ini.
" Bibi... "
Panggil Raina
" Iya nyonya "
Jawab pelayan itu
" Bi hari ini kan suami saya ulang tahun rencana nya saya memberi kejutan untuknya, emm... apa bibi mau membantuku ? "
" Tentu saja nyonya saya sangat senang sekali membantu nyonya "
Raina pun segera memberikan beberapa lembar uang untuk bi Meli.
" Bi tolong belikan ini semua ya dan ini uangnya " Ucap Raina memberikan catatan itu
" Baik nyonya saya permisi dulu"
"Baiklah hari ini aku akan membuat cake untuk nya" Ucap Raina bersemangat
Raina segera membuat cake untuk Reyga dan kebetulan dari dulu ia sangat suka membuat cake dan cake yang ia buat selalu saja mendapat pujian dari almarhum sang mama.
Beberapa jam kemudian cake yang dia buat pun akhirnya jadi dan berbagai makanan ringan yang sudah disiapkan Raina pun juga sudah jadi.
" Nyonya ini semua barang - barang nya sudah saya beli "
" Baiklah Bi mari ku bantu untuk mempersiapkannya "
Raina dibantu dengan bibi dan beberapa bodyguard yang berada di Mancion itu turut serta membantu mempersiapkan kejutan untuk Reyga.
*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-**-*
Pukul 7 malam Reyga yang sudah pulang dari kantor memanggil sang istri
" Sayang aku pulang "
Teriak Reyga
" Kenapa sepi sekali kemana semua orang ? "
batin Reyga
" Sayang kau dimana? "
" Mengapa gelap sekali "
Reyga pun segera mencari saklar yang ada dengan meraba dan memegang benda disekitarnya agar tidak terbentur. Setelah lampu menyala tiba-tiba....
" Selamat ulang tahun sayang " Ucap Raina sembari memegang cake yang tadi ia buat
" Selamat ulang tahun tuan "
Ucap pelayan serta bodyguard bersamaan
" Sayang kau... " Reyga pun terkejut
" Kau mempersiapkan semua ini sayang ? "
Tanya Reyga tidak menyangka
" Iya sayang apa kau suka ? "
" Suka... suka sekali "
" Terimakasih sayang "
Reyga segera menghampiri sang istri dan mengecup kening Raina
" Tiup lilin nya sayang dan jangan lupa berdoa terlebih dahulu "
" Baiklah "
Reyga pun berdoa dan segera meniup lilin itu
Dilihatnya cake itu yang bertuliskan happy birthday suamiku dan beberapa hiasan dan bunga yang memenuhi Mancion nya.
Malam itu dilalui dengan sangat bahagia oleh Raina dan Reyga dan juga para pelayan dan bodyguard.
Setelah pesta kecil - kecilan yang Raina buat tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Mereka pun beranjak menuju kamar mereka.
" Sayang aku punya sesuatu untukmu "
" Apa itu ? " Tanya Reyga
Raina pun memberi sebuah kotak besar dan memberikannya kepada suami
" Ini apa sayang ? "
Tanya Reyga memegang kotak itu
" Buka saja kau pasti suka "
Reyga pun membuka kotak itu dan dilihatnya beberapa foto - foto mereka berdua sewaktu pernikahan dan sebuah kotak kecil yang berisikan kalung bertuliskan RR yang artinya Reyga dan Raina.
" Wah indah sekali aku suka sayang makasih ya "
Ucap Reyga memeluk sang istri
" Sini sayang aku pakaikan " Raina pun memakaikan nya kepada suami
" Kau seharusnya ada juga sayang "
" Iya sayang ini aku juga ada dan sudah kupakai " Raina pun menunjukkan kalung yang sama persis yang ia pakai sekarang
" Terimakasih sayang aku sangat bahagia hari ini "
" Sama - sama sayang "
" I love You istriku " Ucap Reyga mengecup bibir merah Raina
" I love you too suamiku "
balas Raina