Terlihat sepasang suami istri sedang berduaan siapa lagi kalau bukan Raina dan Reyga mereka tengah asyik menonton TV menikmati hari libur mereka.
" Sayang apa dia baik - baik saja? " tanya Reyga sambil mengelus perut Raina
" Baik - baik saja sayang "
" Syukurlah tetapi tetap kau harus jaga kesehatanmu sayang dan hati - hati aku nggak mau kayak kejadian waktu itu " Ucap Reyga
Pasalnya kemarin Raina hampir saja terjatuh di dapur sehabis memasak. Untung saja Reyga segera memegang Raina sehingga Raina tidak terjatuh.
Sejak saat itu Reyga menjadi suami yang overprotektif terhadap sang istri, ia hanya tidak ingin terjadi apa - apa pada sang istri dan calon buah hati mereka.
" Iya sayang aku ngerti kok " Balas Raina
" Baiklah aku percaya kepadamu "
Reyga pun tidur dipangkuan sang istri dan mengelus perut Raina yang mulai membesar
" Berapa usianya ? " tanya Reyga yang terus mengusap perut Raina
" 5 Bulan sayang " Ucap Raina membelai rambut Reyga
" Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya sayang " Reyga yang melihat perut Raina yang bergerak pun ikut tertawa kecil
" Dia menendang sayang " Ucap Raina segera memegang perutnya
" Iya sayang lucu sekali, sehat - sehat ya anak papa " Reyga pun terus menerus mencium perut Raina
" Sayang sebentar ya " ucap Reyga meninggalkan Raina
" Kamu mau kemana sayang ? "
" Mau ke kamar ponsel ku tertinggal disana "
" Aaa disini saja temani aku "
" Sebentar saja sayang "
" Hemm.... baiklah jangan lama - lama"
Reyga pun segera berlari ke atas menuju kamarnya.
" Ada apa dengan nya mengapa dia menjadi manja seperti ini ? "
" Tapi aku suka " batin Reyga
Setelah Reyga mengambil ponsel nya ia pun segera kembali ke ruang tamu dan memeluk tubuh sang istri
" Sayang aku ingin berbicara kepadamu "
" Ada apa bicara lah " balas Raina
" Lusa aku akan pergi ke luar negeri untuk menemui rekan Bisnisku di sana"
" Mengapa mendadak sekali kau tidak memberi tahuku "
" Sebenarnya aku ingin memberi tahumu semalam tetapi kau sudah tidur aku tak tega membangunkan mu "
" Aku janji pulang cepat, setelah urusanku beres di sana aku akan segera pulang oke "
" Janji ya gak lama "
" Kabari aku kalau ada apa - apa "
" Iya aku janji, kamu nggak usah khawatir aku nggak sendiri kok kesana nya, ada Brian yang menemaniku " Ucap Reyga mengingat akan sekretaris pribadinya itu
" Berapa hari kau di sana ? " tanya Raina lagi - lagi
" Mungkin seminggu sayang "
" Baiklah aku akan mempersiapkan pakaianmu " Raina pun segera menuju kamar mereka
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Raina sedang asyik duduk di tepi kolam renang sembari meminum s**u yang sudah ia buat. Kemudian datanglah Bi Meli dari dapur membawa semangkuk salad pesannya.
" Nyonya ini salad nya "
" Makasih Bi "
" Baik nyonya saya permisi dulu " Ucap Bi Meli berlalu meninggalkan Raina tetapi segera di cegah oleh Raina
" Bibi tunggu " ucap Raina
" Iya nyonya ada yang perlu saya bantu lagi nyonya ? " tanya Bi Meli
" Temani saya disini bi "
" Duduklah " Ucap Raina
" Tetapi nyonya... "
" Sudah tak apa jangan sungkan "
" Baiklah nyonya "
" Bi saya mau nanya apa boleh ? "
" Tanya apa nyonya "
" Bibi sudah lama kan kerja dengan Reyga ? "
" Iya nyonya sejak tuan kecil saya sudah bekerja disini "
" Oh pantas saja bibi selalu hafal kebiasaannya "
" Oh iya bi apa Reyga memiliki kekasih bi sebelum menikah denganku ? "
" Tuan pernah memiliki kekasih nyonya sudah lama dan bahkan rencananya mereka akan menikah "
" Benarkah itu bi ? "
" Iya nyonya tetapi sayangnya Tuan ditinggal oleh kekasihnya dengan tiba - tiba dan lebih memilih laki - laki lain nyonya "
" Kasihan Reyga " ucap Raina
" Apa mantan kekasih Reyga pernah diajak kesini bi ? "
" Belum pernah nyonya, tetapi saya pernah bertemu dengan nya sewaktu saya ke supermarket bersama tuan dia adalah model sangat cantik oleh sebab itu tuan sangat menyayanginya "
" Eh maaf nyonya saya tidak bermaksud sa..saya... " Ucap Bibi gugup
" Tak apa bi saya ngerti kok " Ucap Raina tersenyum
" Oh iya bi apa bibi memliki anak? " tanya Raina lagi - lagi
" Saya memiliki seorang putri nyonya usianya sama dengan nyonya dan dia berada dikampung bersama suami saya "
Kedua orang tersebut sangat asyik mengobrol di tepi kolam renang.Setelah selesai berbincang dengan bibi Raina pun berjalan menuju kamarnya
" Sepi sekali tak ada Reyga "
" Kapan kau pulang sayang "
drtt...drtt...
Raina pun segera mengangkat panggilan dari ponselnya
" Halo sayang kau sedang apa ? " Tanya Reyga yang sedang video call bersama Raina
" Aku habis makan siang sayang, apa kau sudah makan ? "
" Sudah sayang "
" Kapan kau kembali kesini ? "
" Aku belum tau juga sayang mungkin beberapa hari lagi apa kau sudah rindu denganku hmm...? " tanya Reyga sembari mengedipkan matanya
" Iya sayang aku bosan di Mancion terus "
" Apa kau bosan sekali bukankah ada Silvi yang menemanimu ? tanya Reyga mengingatkan tentang Silvi teman kecil Raina yang menemani selama Reyga pergi.
" Silvi hanya 2 hari disini sayang dia harus pulang dikarenakan orang tuanya lagi sakit dan masuk rumah sakit sayang "
" Benarkah kasihan sekali bagaimana keadaan orang tuanya ? "
" Sudah tidak apa - apa hanya kelelahan saja ujarnya "
" hufftt... syukurlah kasihan dia kalau orang tuanya kenapa - napa "
" Iya sayang "
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*
Raina tengah asyik bersantai di balkon kamar Reyga ditemani segelas s**u dan sepotong roti tawar untuknya makan tiba - tiba penglihatannya ditutup oleh kedua tangan seseorang
" Siapa ? " tanya Raina
" Siapa jangan macam - macam ya "
" Bibi bi... "
Teriak Raina memanggil maid di Mancion itu
" Kok sepi sih, bibi..."
Teriak Raina yang mulai panik
Raina pun meraba pemilik tangan itu dan mencium aroma parfum milik suaminya itu...
"Sayang apa ini kau ? "
"Kau sudah pulang ? " Raina pun segera berbalik dan menatap seseorang yang beberapa hari ia rindukan itu
"Iya ini aku apa kau sudah lupa denganku sayang? "
Ucap Reyga yang segera memeluk sang istri
" Mengapa kau tidak bilang kalau hari ini kau pulang ? " tanya Raina
" Kalau aku bilang bukan kejutan dong namanya " ucap Reyga tersenyum kepada sang istri
" Aku rindu " ucap Raina yang masih memeluk badan kekar sang suami
" Aku juga rindu sayang "
" Selama aku pergi apa kau dan anak kita baik - baik saja sayang ? " tanya Reyga sembari mendudukkan Raina di pangkuannya dan mengelus perut sang istri
" Terus elus sayang " Ucap Raina
" Siap Bu bos " Ucap Reyga yang terus mengelus perut Raina
" Kita baik baik saja papa " ucap Raina kepada sang suami membuat Reyga gemas dan mencubit pipi istrinya yang chubby
" Papa rindu dengan mu sayang " Ucap Reyga menyentuh perut Raina
" Kita juga rindu dengan papa "
" Baiklah ayo ikut aku, aku ada sesuatu untukmu "
" Apa itu ? "
" Nanti kau akan tahu "
Reyga segera membawa Raina untuk melihat oleh - oleh yang ia bawa. Dilihat nya beberapa tas yang berisikan berbagai macam baju bayi dan mainan anak dan juga tak lupa Reyga membelikan tas serta pakaian bermerk terkenal untuk sang istri benar - benar pemborosan bukan?
" Sayang coba lihat lucu kan ? " ucap Reyga yang mengambil salah satu baju anak yang ia beli.
" Kau membelikan semua ini ? "
"Iya sayang kenapa? apa kau tidak suka ? "
"Bukan begitu, hanya saja apa ini tidak terlalu banyak lagi pula kau kan sudah membeli peralatan bayi bulan lalu bukan ? "
" Sayang hanya mainan saja dan aku lihat baju ini lucu sekali aku jadi teringat anak kita mangakannya aku beli saja"
" Iya tapi ini mahal sekali sayang, sayang uangnya " Ucapan Raina membuat Reyga gemas.
Ucap Raina sembari mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Reyga segera mencium bibir merah Raina
Terkadang Raina lupa bahwa ia menikah dengan lelaki anak tunggal kaya raya, dan pewaris satu - satunya dari perusahaan Angkasa Grup. Baginya untuk membeli ini semua tidak akan membuatnya bangkrut.
Mendengar perkataan sang istri yang mengomel dari tadi Reyga hanya bisa tertawa dan mencium bibir Raina.
" Muachh...muachh... lucu sekali sayang ku ini "
" Nggakpapa sayang demi anak kita apapun akan aku lakukan untuknya
" Ihh.. apaan sih kamu bikin aku kaget aja "
" Tapi enak kan ? " Ucap Reyga dengan senyuman nakal nya
" Udah ah kau mandi dulu biar ku siapkan makanan untukmu kau pasti belum makan kan? "
" Ya sudah kalau gitu aku mandi dulu ya "
Raina yang mendengar perkataan manis dari Reyga itu pun sangat - sangat bersyukur sekali melihat Reyga perhatian kepada dirinya dan sangat menyayangi anak nya itu walaupun anak itu bukan anak kandungnya.
Hal itu membuat Raina terharu dan tidak sadar meneteskan air matanya. Raina pun segera menyiapkan makanan untuk suami dan keduanya pun menghabiskan waktu bersama dengan bahagia.