Firasat

2109 Kata

Mayang melebarkan matanya mendengar ucapan Erlangga baru saja. Pagutan mereka terlepas, menyisakan deru napas masing-masing. Mungkinkah maksudnya adalah… “Mas, mau kamu… masuk ke dalam. Sudah terlalu lama kamu di sini, udara semakin dingin.” Erlangga mengatakannya lagi dengan lebih jelas meski dengan napas terengah, lalu memejamkan matanya erat. Rasanya ia ingin mengumpati dirinya sendiri, karena apa yang baru saja di katakannya tadi sangat bertentangan dengan isi hati dan pikirannya saat ini. Erlangga mengulurkan jemarinya untuk mengusap bibir Mayang yang basah akibat ciuman mereka. Mengelusnya perlahan sebelum melabuhkan sebuah kecupan lagi. Ia juga sempat merapikan helaian rambut Mayang yang sedikit berantakan karena ulah tangannya sebelum kembali menyuruh gadis itu untuk masuk lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN