Hatinya sakit, kala mengetahui suaminya menemui mantan kekasihnya lagi. Untuk kedua kalinya, Naira kembali dikecewakan oleh Tama. Ia kembali kecewa karena sesuatu yang sama, yaitu Sabrina. Namun, yang tidak Naira ketahui adalah jika kali ini masalahnya berbeda dengan sebelumnya. Dimana dulu Sabrina yang mengganggu hubungan mereka. Tapi kali ini justru Tama lah yang mengganggu Sabrina. Setelah pulang dari rumah kontrakan Sabrina tadi, Naira tidak langsung pulang ke rumahnya. Tapi ia pergi ke sebuah Cafe untuk mencari ketenangan dengan meminum secangkir kopi panas. Aroma kopi yang harum memberikan sedikit ketenangan pada Naira. Rasanya yang tak terlalu manis dengan sedikit agak pahit di lidah, sungguh sangat pas dengan seleranya. Beberapa saat ia menikmati minuman yang menjadi kesukaan b

