terlambat

416 Kata
dering telepon membuat Varen menghentikan perjalanan nya "apa??" "...." "kenapa baru dikasih tau sekarang ke saya kejadian itu??" "....." "saya tidak menerima permintaan maaf mu yang perlu sekarang sama saya bagaimana pernikahan itu tidak terjadi, mengerti??" "...." "saya tunggu kabar baiknya" Varen kalah cepat dari perusahaan excel ternyata keluarga Qonita mengalami keuangan yang akan cukup membuat keluarga nya terutama ayahnya rela memaksa Qonita menikahi lelaki b******n itu "gue harus cari cara ini, bagaimana membuat perusahaan excel jatuh ketangan gue dan supaya cewek yang gue suka nggak jatuh ketangan orang b******n, tangan Varen mengepal" Varen tidak mau kekasih masa kecilnya jatuh ketangan orang yang jahat Qonita baru bangun dan bersiap untuk sarapan pagi, dia tidak berniat datang kesekolah hari ini karena merasa akan ada yang mencarinya disana, Qonita melihat hp nya dan berniat memberi kabar kesekolah bahwa dia tidak masuk hari ini tapi sebuah notif pesan mengurungkan niatnya dan malah membaca pesan tersebut "dek, perusahaan kita akan terancam bangkrut, kamu dimana dek??" (sebuah pesan dari abang angkatnya) "ini prank atau beneran ya??, tanya Qonita dalam hati" dia mulai bergegas siap-siap dan mulai berangkat kerumahnya sesampainya dirumah dia bertemu dengan mamanya "ma...ini beneran ma??keluarga kita mau bangkrut ma???" mama yang ditanya menunjukkan raut wajah sedih "pa tolong jawab Qoni pa,, apa benar semua ini pa?? tanya Qonita lagi" "iya ini benar, semua yang kamu lihat benar perusahaan kita sebentar lagi akan bangkrut, andai saja malam itu kamu langsung setuju menikah dengan nak Sebastian pasti hal ini tidak terjadi, gusar Bram (ayah Qonita)" "papa tega ya menjual anak papa sendiri sama om tua bangka itu??, tangis Qonita" "papa bukan mau jual kamu tapi papa mau nyelamatin keluarga kita dari kehancuran, kamu paham nggak??, gusar Bram" "yaudah kalau memang cuma Qoni yang bisa nyelamatin keluarga ini,,Qoni akan setuju menikah dengan om tua bangka itu tapi jangan harap Qoni akan balik kerumah ini lagi, Qoni melampiaskan semua kemarahan nya" "baiklah kalau kamu setuju, papa akan membicarakan ini dengan nak Sebastian supaya perusahaan kita akan tetap baik-baik saja, ucap Bram" "makasih ya nak kamu mau berkorban demi keluarga kita,ucap leoni (mama Qonita)" "udahlah ma, keluarga ini memang nggak pernah sayang sama aku, cuma sayang sama abang saja dan yang selalu dibanggain cuma abang seorang padahal dia cuma anak pungut, Qonita marah kepada mama nya" "cukup Qonita... jangan pernah kamu berkata seperti itu lagi, nanti malam kita akan adakan acara makan malam untuk membahas pernikahan kamu, sekarang kamu ke kamar siap-siap untuk acara nanti malam, pergi" ucap Bram. Qonita pergi kekamar sambil menangis
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN