Meja makan panjang keluarga Sinclaire dipenuhi hidangan hangat buatan Isabelle sendiri. Aroma sup, daging panggang, dan roti hangat memenuhi udara. Namun, tak ada yang segera menyentuh piring. Hanya bunyi sendok beradu pelan dengan gelas yang terdengar sesekali, menciptakan keheningan yang kaku. Vivian duduk di samping Ethan, tangannya rapi di pangkuan. Sekilas ia mencuri pandang ke arah Isabelle yang masih sibuk mengatur sendok garpu dengan wajah datar. Clara di seberang meja duduk dengan senyum tipis, tatapannya jelas menusuk, seolah setiap gerak Vivian ada di bawah pengawasannya. Hening itu akhirnya dipecahkan Adrian. Ia mencondongkan tubuh sedikit, menatap semua orang sambil berdeham kecil. “Kalau boleh jujur, aku senang sekali melihat Vivian di sini.” Semua kepala otomatis menoleh

