“Nggak mau.” Ethan langsung mengernyit mendengar jawaban dari Vivian. Nggak mau? Maksudnya apa, nih? “Aku nggak mau jadi milikku. Enak aja ngaku-ngakuin aku punya kamu. Minimal kalau mau milikin seseorang, tuh, bilang sayang atau apa gitu. Ini nggak ada bilang apa-apa, tapi main klaim sembarangan. Aku, ya, punyaku sendiri,” katanya sambil membalik badan menghadap lemari. Sudut bibirnya berkedut pelan, tapi ia sembunyikan di balik punggungnya. Kepemilikan yang dikatakan Ethan benar-benar mengusik hatinya. Oke, Vivian akui jika ia terus berdebar-debar ketika berdekatan dengan pria itu. Ia sendiri juga tidak bisa mengartikannya dengan benar. Kadang Ethan sangat kejam, tapi dia nyaman. Kadang-kadang juga lembut dan bikin hatinya berkedut tak keruan. Sekarang, setelah statusnya dengan Hans s

