Langkah kaki Ethan terdengar berat saat keluar dari kamar menuju ruang tamu. Tubuhnya masih panas karena momen terhenti bersama Vivian. Ia sama sekali tak berniat merapikan diri—biar Clara tahu, bahwa ia sudah move on. Begitu tiba, matanya langsung menangkap sosok wanita yang dulu pernah mengisi hidupnya. Clara berdiri dengan wajah penuh gelisah. Dengan nada tajam, Ethan langsung menyapa. “Mau apa kamu kemari?” Clara mendongak, tapi kalimat yang tadinya sudah ia susun seketika buyar. Matanya tak sengaja menyapu tubuh pria itu. d**a bidang tanpa balutan kemeja, otot-otot tegas yang masih berkilat keringat tipis, sementara celananya hanya terikat longgar dengan gesper yang sudah terlepas. Clara tercekat. Tenggorokannya kering. Napasnya sempat tersengal, dan untuk sesaat pikirannya melay

