Bab 38. Kemarahan Hans

1019 Kata

Lorong kantor polisi malam itu dingin dan penuh dengan bisik-bisik orang. Di balik pintu besi, Hans akhirnya keluar dengan wajah kusut, rambut berantakan, kemeja tak lagi serapi tadi pagi. Di depannya, kedua orang tuanya sudah menunggu. Sang Papa dengan jas abu-abu elegan, wajah dingin penuh wibawa, sedangkan sang mama tampak menahan emosi, genggaman tangannya erat di tas tangan mewah yang ia bawa. “Hans!” Suara Mamanya terdengar tajam, penuh kekecewaan. “Kamu sadar nggak, betapa malunya keluarga kita harus jemput kamu di tempat seperti ini?” Sang ayah hanya menggeleng pelan, menahan diri, tapi sorot matanya menusuk, tajam. “Apa yang sebenarnya terjadi, Hans? Bagaimana bisa sampai begini? Polisi? Skandal pajak? Kamu bikin semua saham keluarga terancam jatuh!” Hans menghela napas panjang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN