21

766 Kata
I'll do anything to keep me close to you -Lisanna Tomlasse- **** Jason mengernyit ketika melihat nama Sanna di layar handphonenya. Ia sama sekali tak mengharapkan telepon dari wanita itu. Apa lagi sejak Sanna membahas pernikahan di depan Daddynya. Jason jadi tambah anti pada wanita itu. "Apa?"Ucap Jason ketus tepat setelah telepon itu tersambung. "Wah, kenapa kau terdengar kesal sayang? Padahal 4 hari lagi kita akan bertunangan."Ucap Sanna dengan suaranya yang di buat-buat. Jason menggeram menahan kemarahannya ketika Sanna membahas mengenai pertunangan, "Jadi kenapa kalau kita bertunangan? Kau pikir hal itu penting buatku?"Ucap Jason dengan nada menusuk. Ia sudah sangat kesal dengan setiap hal yang membahas Sanna. Entah kenapa tiba-tiba kebenciannya memuncak begitu saja. Sanna tampak terdiam di sebrang sana untuk sesaat namun kemudian gadis itu kembali seperti biasa lagi, "Marah karena aku membahas pernikahan ya sayang? Haha. Kau seharusnya menyadari kau itu milik siapa. Bagaimana bisa kau berkencan di taman bermain dengan jalang itu? Hah, begitu kekanakan." Jason merasa kemarahannya sudah sampai ke ubun-ubun ketika Sanna memanggil Valeri dengan kata 'Jalang'. "Aku rasa kau salah sangka, Sanna"Ucap Jason pelan. "Salah sangka kenapa sayang? Ah! Aku mengerti! Pasti aku salah sangka soal kau berkencan dengan jalang itu kan? Sudah kuduga, mana mungkin kau menolakku hanya untuk bersama seorang w************n seperti dia"Ucap Sanna dengan nada yang sangat menyebalkan. Cukup sudah. Jason tak ingin bersabar lagi, ia sangat kesal setiap kali Sanna mengejek Valeri. "Bukan itu. Maksudku, kau salah sangka terhadap Valeri. Dia bukanlah wanita jalang seperti yang kau katakan. Dia itu wanita baik-baik. Tidak seperti dirimu yang memohon perhatian dariku. Sadarkah kau siapa yang murahan sebenarnya?"Ucap Jason dengan nada yang sangat dingin. "Ap-apa?"Ucap Sanna gelagapan. Ia sama sekali tak menyangka kalau Jason akan mengasarinya seperti ini. "Iya, kau itu murahan sekali. Bagaimana bisa orang tuaku menjodohkan ku dengan seorang wanita yang tak ada malu? Ah! Iya aku lupa kalau kau bisa akting dengan baik ya. Kau bertingkah sangat manis didepan ku dan orang tuaku. Namun kau tahu tidak? Bangkai itu lama-lama akan tercium juga baunya. Seperti dirimu. Kebusukanmu pasti tercium suatu saat nanti."Ucap Jason kesal. Ia meluapkan semua emosinya hari ini. Semua emosi yang ia tahan selama 4 tahun lebih. Jason dan Sanna sebenarnya sudah dijodohkan sejak 4 tahun lalu. Dan mereka hampir saja menikah jika Sanna tidak tiba-tiba pergi ke Paris untuk melanjutkan studynya selama 3 tahun. Jason tak mengerti alasan mengapa Sanna tiba-tiba pergi ke Paris dan melanjutkan study disana. Itu bisa dibilang terlalu mendadak. Dan dari yang Jason dengar, Sanna juga punya toko di Paris. Well, Jason tak perduli. Karena jika Sanna tak pergi waktu itu, pasti ia sudah menikah dengan Jason. "K-kau bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu kepadaku?"Ucap Sanna sambil terisak. Oh dia menangis? Jason tak tahu kalau Sanna masih punya perasaan sampai-sampai ia masih bisa menangis. "Kenapa? Apa perkataanku salah? Apa kau bisa membantah perkataanku? Tidak kan? Semua yang ku katakan adalah fakta. Dan ku mohon sangat untuk menyadari bahwa aku sama sekali tak mencintaimu."Ucap Jason lagi, lalu ia mematikan telepon itu sepihak ketika mendengar suara langkah kaki mendekat. "Jason, sudah siap?"Tanya Cristabelle dari balik pintu. Jason menggangguk dan berjalan keluar bersama Ibunya. Ia tidak tahu apa yang akan Sanna lakukan setelah perbuatannya kali ini. Namun Jason berjanji, ia akan membuat Sanna sadar kalau Jason tak suka dengannya sama sekali. *** Badan Sanna bergetar hebat ketika mendengar setiap hinaan dari mulut Jason. Rasanya setiap kata itu menembak tepat ke jantungnya hingga nafasnya terasa sesak. Tadinya Sanna mau mengajak Jason pergi untuk mempersiapkan acara pertunangan. Namun tampaknya Jason sangat membencinya sejak Sanna membahas pernikahan itu. Sanna merutuki dirinya sendiri. Andai saja kecelakaan itu tak terjadi.. maka ia tak harus pergi ke Paris dengan alasan ingin melanjutkan Study. Andai kecelakaan itu tak terjadi, pastilah Sanna sudah menikah dengan Jason saat ini. Tapi hal itu sudah lewat. Sanna tak lagi mau memikirkan kecelakaan itu. Itu kenangan terburuk dalam hidupnya. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum menghembuskannya. Sanna berpikir sejenak alasan Jason tiba-tiba kasar padanya dan ia menemukan jawabannya dalam beberapa detik. Ya! Semua ini pasti karena Valeri jalang itu! Sanna yakin sekali. Karena sebelumnya Jason tak pernah semarah itu dengan Sanna. Jason tak pernah sekasar itu dengan Sanna. Jason bilang apa tadi? Sanna adalah w************n? Sedangkan Valeri wanita baik-baik? Hah! Persetan dengan wanita baik-baik, karena Sanna akan membuat perhitungan segera pada wanita yang Jason anggap baik-baik itu. Sanna akan menunjukan pada Valeri, apa ganjarannya jika ia melawan Sanna. Sanna akan tunjukkan ke Valeri siapa sebenarnya yang pantas mendampingi Jason. Sanna menyeringai kecil dengan rencana yang ada di kepalanya. Sanna akan menghancurkan gadis itu meski mungkin ia harus mengulangi kenangan terburuknya.. lagi.   ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN