Bab 25 Najma masih termenung dengan tatap mengarah pada layar ponsel Ketika dia mendengar ketukan di pintu. Langsung Najma beranjak dari duduknya, memakai hijab, dan lalu menuju pintu untuk membukanya. Matanya langsung melebar begitu melihat siapa yang datang dan tidak disangka-sangka. “Mas Hakim! Kenapa mas bisa ada di sini?” Najma menoleh ke kanan dan kiri. “Ini sudah malam, mas. Apa kata orang kalau melihat kita malam-malam begini_” “Aku datang hanya untuk bertanya, Naj,” sela Hakim. Wajahnya tampak muram. “Aku tidak akan melakukan lebih dari itu.” Najma pun langsung melunak. Dia tidak pernah melihat Hakim dengan wajah muram seperti sekarang ini. Dia mengenal Hakim sebagai sosok yang memiliki wajah senyum. Segala perasaan meskipun itu bukan perasaan baik, tertutupi oleh senyum pria i

