Bab 24

1105 Kata

"Tidak apa-apa." Hanya itu jawaban Najma. "Apa kamu merencanakan sesuatu?" Entah darimana datang kecurigaan ini. Feeling Roger mengatakan seperti itu. "Kalau pun aku memiliki rencana, apakah akan mudah untuk terealisasikan? Aku sendirian di dunia ini. Tak ada yang bisa kujadikan tempat bersandar." "Jika rencananya baik, maka akan aku bantu. Tapi jika tidak, ya... kamu tau sendirilah jawabannya." Roger mengecup pundak Najma. "Katakan kepadaku, apa rencananya itu?" "Lupakan! Aku mau tidur." Najma memejamkan matanya. Tapi sedikit pun dia tidak mengantuk. Itu sebabnya dia masih mendengar pertanyaan Roger. "Jangan saja kamu merencanakan untuk pergi dariku, Naj. Karena itu tidak akan pernah bisa terealisasikan tanpa seizinku." Najma menelan saliva. *** Di awal-awal kehamilan, tak sedikit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN