Alan melangkah cepat menuju dapur, pria itu kemudian membuka kulkasnya kasar, ia mengambil satu botol air mineral dingin, lalu meminumnya dengan napas yang tampak gusar. Tak puas hanya dengan meminum saja, Alan terlihat menyiramkan air dingin itu ke atas kepalanya, ia mengguyur dirinya sendiri dengan air tersebut hingga bajunya basah sebagian. “Sial,” gumam Alan, yang kemudian meletakkan botol air mineral itu ke atas meja dengan kasar. Alan mengusap wajahnya kesal. Pria itu kemudian duduk di kursi makan sembari menangkup wajahnya yang masih basah. “Kenapa dia harus buka baju? Kenapa?!” lirih Alan, memendam amarahnya. Pria itu tampak sekali ingin menangis ketika ia merasakan sesuatu dalam dirinya seolah mendesak ingin kembali ke kamarnya. Namun, sekuat tenaga Alan menahan diriny

