Kening wanita itu berkerut, kepalanya bergerak gelisah, bibirnya menggumam tak karuan. Mimpi itu kembali datang, mengganggu tidurnya. Tolong ... lepaskan aku. Aku mohon .... Kejadian-kejadian buruk itu kembali dimainkan di alam bawah sadarnya. Hingga seseorang muncul, berhasil mendobrak pintu untuk menyelamatkannya. Mimpi buruk itu pun berakhir. Inayah membuka mata dengan satu sentakan, napasnya terengah, keringat mengucur di dahinya. Ia pun bangun, duduk bersandar di ranjangnya. Mengusap wajah sambil beristigfar. Mimpi itu lagi. Setiap malam, ia selalu bermimpi hal yang sama. Mimpi ketika pria psikopat itu hampir merenggut kesucian dan nyawanya. Jam menunjukkan pukul tiga pagi, ia pun memutuskan untuk menunaikan salat tahajud. Ia hanya ingin berkeluh kesah dan mengadu pada-Nya. Memi

