Saat sarapan di pagi itu, Ilham terus saja melirik adiknya sebentar-sebentar, sementara makanannya hanya ia aduk-aduk tidak jelas. Syifa yang menyadari hal itu membuang napas lelah. “Abang mau ngomong apa?” tanyanya greget. Mendengar adiknya tiba-tiba angkat bicara, Ilham agak kaget lalu berdehem. “Hari ini kamu nggak ada jadwal kuliah, kan?” “Engg ... Nggak ada sih, tapi ada keperluan, jadi mau ke kampus paling bentar sih,” jawab Syifa sambil terus makan. “Oh ....” Ilham mengangguk. “Uhm, mau cari jilbab baru nggak?” tanya Ilham lagi. Sukses membuat Sifa hampir menyemburkan makanannya. Syifa meraih air putih gelas dan meminumnya. Lantas menatap Ilham dengan kening berkerut. “Coba jelasin apa maksud perkataan Abang ini, tiba-tiba ngajak beli baju baru, pasti ada maksud tertentu nih.”

