Malam itu Ilham berbaring di atas kasurnya, melipat tangan di bawah kepala sambil menatap langit kamar yang polos. Kembali teringat acara makan malam tadi. Wajah Inayah yang jelas memperlihatkan kesedihan, membuatnya merasa bersalah. Tapi jika ia tidak bertindak tegas seperti itu, ia hanya akan lebih menyakitinya. Karena hatinya telah memilih wanita lain.Ayesha. Bayangan gadis itu terlintas di benaknya. Kemudian ia ingat percakapannya saat di rumah Alfi tentang melamar. Mungkin memang lebih cepat lebih baik, menghalalkan cinta yang semakin tumbuh setiap harinya. Tapi .... Tapi bagaimana kalau dia menolak? Ilham gamang sendiri. Kemudian, ia kembali teringat kilas bayangan-bayangan itu, dan sejujurnya ia merasa sedikit takut. Tapi, ia putuskan untuk tak peduli. Ia akan melakukan apa yang b

