Cerita Masa Lalu

2120 Kata

Ayesha mengantarkan Salsa sampai depan rumah, sepanjang perjalanan, Ayesha tak mengatakan satu patah kata pun. Ia masih mencoba meredam amarahnya. Begitu pula dengan Salsa yang diam seribu bahasa, hanya melirik ke arah Ayesha takut-takut, karena untuk pertama kalinya ia melihat Ayesha marah seperti tadi. “Mbak ...,” ucap Salsa sedikit menghentakkan genggaman tangan Ayesha hingga ia berhenti berjalan dan menatap gadis kecil di hadapannya. “Mbak marah ya sama Caca,” ucap gadis kecil itu hati-hati, “Caca minta maaf.” Ia menunduk, terlihat sedih dan ketakutan. Ayesha menatapnya dengan perasaan bersalah, kemudian ia berjongkok menyejajarkan tubuhnya dengan Salsa, lantas ia peluk gadis kecil yang amat ia sayangi itu. “Mbak nggak marah kok sama Caca,” ucap Ayesha mengusap lembut punggung Salsa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN