Di malam itu, Ilham sudah membulatkan tekad dan memantapkan hatinya. Kini, ia sudah berdiri di depan pintu sebuah rumah yang tidak terlalu besar, namun cukup nyaman untuk ditinggali sebuah keluarga. Belum sempat ia mengetuk, pintu itu tiba-tiba terbuka. Menampilkan sosok wanita yang memang jadi tujuannya. Ayesha terpana. Terlihat begitu terkejut. Ia kembali menutup pintu dengan cepat. Ilham yang keheranan hanya menaikkan sebelah alisnya. Beberapa detik kemudian, pintu itu kembali terbuka. Masih dengan pemandangan yang sama. Ayesha nampak begitu terkejut dengan kedatangan Ilham. Memang, sebelumnya Ilham sempat mengiriminya pesan untuk memastikan kalau malam ini ia dan keluarganya tidak ke mana-mana. Ia juga bilang akan berkunjung, tapi Ayesha tidak menyangka kalau Ilham benar-benar data

