Ilham memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun cukup elegan dengan desain arsitek yang mengagumkan. Ia melirik kursi penumpang di sebelahnya. Nampak Ayesha yang tertidur, sepertinya perempuan itu kelelahan. Ilham tersenyum memandangi wajah wanita yang kini telah menjadi miliknya seutuhnya. Ia menatap Ayesha dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Lantas membangunkannya secara perlahan. Ayesha tersadar dan terlihat sedikit terkejut melihat Ilham di sampingnya. Namun kemudian ia tersenyum. “Maaf, aku ketiduran. Udah sampai ya?” Ilham mengangguk membenarkan. “Ayo,” ucapnya kemudian ia turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Ayesha. “Aku bisa melakukannya sendiri,” ucap Ayesha nampak tidak suka. Ilham tersenyum. “It's okay. Aku hanya melakuka

