LANJUTAN 63

1146 Kata
Persahabatan antara Krisna bersama yuda dan Bram memang penuh lika - liku, jalan cerita seperti ini tidak pernah ter bayangkan Krisna sebelumnya, perjalanan menuju kampung halaman bersama 3 sahabatnya menjadi hal yang menyenangkan namun diiringi dengan rasa cemas akan keselamatan Ayu. Sesampainya di kampung pun, Krisna merasa menjadi orang asing, perasaannya sangat berbeda ketika kembali menginjakkan kaki di tempat kelahirannya. “ Bang, Ini kampung ku, dulu lebih nyaman dari sekarang, kalau sekarang semuanya sudah berubah.” Ujar Krisna kepada Bram. “ Sama seperti kampungku ini, hanya saja di sana cuacanya lebih panas, bahkan lebih panas dari pada di kota.” Ujar Bram. Mereka terus berjalan menuju rumah Ayu, Krisna dan tiga sahabatnya melewati rumah pak Dadang , Krisna pun mengajak masuk Bram dan Yuda dengan penuh penasaran dengan kondisi rumahnya. “ Kondisinya hancur sekarang, banyak kenangan dulu d rumah ini.” Ujar Krisna termenung. “ sudah Kris, sabar , di balik kesulitan terdapat hari indah yang menunggu.” Ujar Yuda sambil merangkul Krisna. “ Ia Pak.” Ujar Krisna. “ Sudah Kris, cepat bawa Aku bertemu si Sugeng itu, tanganku sudah gatal.” Ujar Bram. “ Sabar Bang, kita semua datang ke sini bukan untuk beradu kuat, tapi kita datang ke sini untuk memastikan jika Ayu dan Siti aman dan di jauhi oleh Pak Sugeng.” Ujar Krisna. “ Ia, Ia, Tapi jika darurat ya terpaksa tanganku ini mendarat di wajahnya.” Ujar Bram. Ijam hanya tersenyum mendengarkan pembicaraan mereka, melihat kondisi rumah Krisna yang terlihat besar dan luas, membuat Yuda dan Bram paham jika keluarga Krisna bukan orang sembarangan di kampung itu. Hari sudah mulai menunjukkan tajinya, tepat matahari berada di atas kepala mereka, cuaca panas yang terasa berembus membuat mereka semua merasa kehausan dan memutuskan untuk terdiam sejenak dii bawah pohon yang rindang. “ Cuaca sekarang panas sekali, tahu begini Aku pakai baju tipis saja, bukannya pake jaket, tebal pula.” Ujar Bram sambil mengipasi badannya dengan daun. “ tidak ada yang mengajakmu juga Bram, Kamu sendiri yang mau Ikut, makannya nikmati saja.” Ujar Yuda tersenyum. “ Ia pak, Aku menikmati cuaca panas ini.” Ujar Bram bercanda. “ Oh Ia Jam, masih jauh rumah kekasihmu itu.” Ujar Yuda. “ Bukan kekasih saya Pak, tapi kekasih Krisna.” Ujar Ijam. “ Kamu ini, Aku juga tahu Kamu suka kan sama Siti.” Ujar Krisna tersenyum. “ Aku jujur saja Kris, Aku memang suka, tapi hanya sekedar kagum saja.” Ujar Ijam mengelak. “ Ok, Jam, Aku sangat percaya.” Ujar Krisna tersenyum. Perbincangan mereka pun menjadi semakin seru di tambah dengan candaan di setiap pembicaraan mereka, hingga akhirnya Ijam mengajak semuanya untuk bergegas berangkat sebelum Pak Sugeng sadar keberadaan mereka. Jarak yang cukup jauh dari jalan raya menuju rumah Ayu membuat Bram dan Yuda yang belum terbiasa merasa sangat kelelahan, Ijam dan Krisna tampak di sambut dengan Baik oleh warga sekitar, Krisna pun sempat berbincang dengan beberapa warga, dan menanyakan perihal Pak Sugeng, dan hingga akhirnya Krisna menemukan fakta yang cukup mencengangkan. “ Itu Rumah Ayu.” Ujar Krisna. “ ayu sedang berada di rumah Siti Kris, Orang tua Ayu sedang keluar kota dan belum kembali.” Ujar Ijam. “ ya Sudah Kita ke rumah Siti saja, jaraknya juga tidak terlalu jauh.” Ujar Krisna. Sesampainya di rumah Siti. Krisna langsung memberikan salam, hingga terlihat Siti yang mengintip dari jendela. “ Krisna, Kamu akhirnya pulang.” Ujar Siti. “ Ia Sit, DI mana Ayu.” Ujar Krisna. “ Masuk saja Dulu Kris, Kamu membawa siapa?” Tanya Siti. “ Ini Semua sahabatku, mereka ingin tahu kondisi kampung ini, mereka juga mempunyai urusan dengan Pak Sugeng, jadi tidak ada salahnya mereka ikut, kamu tidak keberatan ?” Tanya Krisna. “ Aku tidak keberatan Jam.” Ujar Siti. “ Ijam?, Aku ini Krisna, ternyata betul apa kataku, kamu dan Ijam pasti!.” Ujar Krisna. “ Pasti apa Kris, Kamu ini pintar sekali menjodoh – jodohkan orang.” Ujar Ijam. Krisna hanya tersenyum kepada Ijam, begitu juga dengan Siti yang tersipu malu, Siti pun memanggil Ayu yang tengah berada di kamar, Ayu perlahan keluar, tampak wajahnya terlihat sangat tertekan pasca kejadian yang sempat dia alami bersama Siti. “ Kamu kenapa Yu.” Ujar Krisna. Melihat pembicaraan itu akan serius Yuda, Bram dan Ijam memutuskan untuk mengobrol di luar, begitu juga dengan Ayu , Dia menjelaskan dari awal hingga akhir kejadian yang saat itu menimpanya, Ayu pun juga tampak senang bercampur haru melihat Krisna yang sudah sangat lama tidak bertemu dengan dirinya, Ayu pun meminta maaf begitu juga sebaliknya, hingga akhirnya ego mereka pun saling menurun dan hingga hubungan mereka kembali membaik. Krisna keluar bergabung dengan sahabatnya, dan mulai menyiapkan rencana untuk menemui Pak Sugeng. “ Oh Ia Kris, Kamu tadi mengobrol dengan warga sangat akrab sekali.” Ujar Bram. “ Ia Bang, Warga tadi memberitahuku semua tentang keadaan Pak Sugeng, dan akhirnya Aku tahu jika sekarang dia sudah di kunci di dalam rumahnya oleh warga di sini, karena sudah di anggap mulai membahayakan, dan kata warga di sini juga, belakangan ini amat sangat banyak gangguan sosok makhluk halus, yang di percaya bersumber dari rumah Pak Sugeng.” Ujar Krisna. Krisna menjelaskan semua secara rinci dan jelas tentang apa yang sudah terjadi menurut penuturan Ayu, hingga mereka pun memutuskan untuk mendatangi Rumah Pak Sugeng di malam hari nanti. Krisna dan semua sahabatnya memutuskan untuk beristirahat di rumah Ayu yang kosong, Bram dengan cadaannya mulai mencoba memancing Krisna. “ Enak juga rumah istrimu.” Ujar Bram. “ Belum Bang, doakan saja, secepatnya.” Ujar krisna. “ segera lah Kau nikahi, sebelum Pacarmu melihat ketampanan ku dan akhirnya berpaling darimu Kris.” Ujar Bram. “ Abang cari saja sendiri, di sini juga banyak kembang desa, masa mau makan teman sendiri.” Ujar Krisna. “ Ya kalau terpaksa kenap tidak.” Ujar Bram. Krisna hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, mereka beristirahat dan melepas penat perjalanan, hingga satu persatu dari merek mulai tertidur dengan pintu rumah yang masih terbuka. Dalam tidur Krisna, dirinya melihat jika Ki Amin dan Pak Dadang sedang berbicara satu sama lain, dan terlihat raut wajah bahagia, dan di selingi ucapan terima kasih terhadap Krisna dan juga Ijam. Krisna pun terbangun dari tidurnya, lalu mencari segelas air, dirinya merasa mimpi itu sebuah pertanda, namun Krisna belum dapat mengartikan apa yang saat itu di lihatnya, dalam pikirannya Krisna hanya tertuju pada Pak Sugeng, dan ingin membuktikan cerita warga tentang kondisi yang di alami Pak Sugeng. Krisna memandang keluar rumah, terlihat warga yang sedang beraktivitas membawa hasil – hasil gerabah yang telah mereka buat, warga kini mempunyai beberapa sumber penghasilan selain dari meladang, Krisna merasa bangga dengan Ijam, sambil melihat Ijam dan kedua sahabatnya tertidur Krisna tersenyum dengan bangganya. “ luar biasa sahabatku yang satu ini, tidak menyangka jika hasil kerja kerasnya selama ini, membuahkan hasil.” Ujar Krisna. Hasil yang baik dan bagus tidak dapat di capai dengan mudah, melainkan harus di capai dengan kerja keras dan ketekunan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN