Lanjutannya....
Lily terbangun dari tidur dengan mengulet tubuhnya yang kelelahan itu, Lily mengambil jam di atas meja yang sudah menunjukkan pukul 05:00. Lily segera beranjak dari ranjang tidur dan bergegas membereskan kamarnya serta membersihkan tubuhnya untuk mandi Setelah selesai dengan semua itu, Lily menuruni tangga menuju ke kamar Kendrick.
Lily berkeliling sebentar, karena sudah 3 hari di kediaman Kendrick, Lily belum terlalu hafal denah di rumah ini. Lily tercengang memandangi desain interior rumah ini, hampir keseluruhan rumah ini berdesain interior Eropa. Rumah yang sangat luas, bangunan dinding yang kokoh dan berwarna putih keemasan. Ditambah peralatan-peralatan barang isi rumah yang antik dan elegan, benar-benar membuat rumah ini seperti istana kerajaan saja. Itu baru sekilas interior rumah ini, bagaimana jika menjelajahi keseluruhan kediaman ini.
Saat ini Lily sudah berada di depan pintu kamar Kendrick. Lily nampak bingung.
"Kata Jackson, aku tidak boleh memasuki kamarnya jika tidak ada perintah. Mmm tetapi aku harus membangunkan si Hades itu."
Lily menarik-narik tangannya yang bingung harus berbuat apa. Ia berpikir jika tidak membangunkannya maka Lily akan murka. Lily pun memberanikan dirinya masuk.
Lily membuka pintu kamar Kendrick, memasuki kamar dan menyalakan lampu. Lily melihat kamar Kendrick cukup terkesima dan terheran. Kamar Kendrick berdinding warna hitam, ranjang tidurnya juga berwarna hitam. Bahkan keseluruhan kamar ini hampir desain interiornya dan peralatan barang berwarna hitam.
"Semua berwarna hitam, huh sangat cocok memang dengan karakter Lucifernya itu hehe." Lily terkekeh sambil mengusap-usap dagu.
"Aku membangunkannya bagaimana? Haduh aku bingung?" Lagi-lagi Lily bingung dan hanya mondar-mandir. Bagaimana caranya membangunkan Kendrick? Lily takut salah.
"Apa aku cipratkan air saja? atau aku guyur dengan ember?" Lily terkekeh geli membayangkan Kendrick diguyur air dengan ember. Pasti si Hades itu sangat murka dan menyuruh Dewa Poseidon untuk menumpahkan lautnya.
Lily pun pusing terus memikirkan bagaimana cara membangunkan Kendrick. Tidak mungkin bila diguyur ember pasti ranjang tidurnya akan basah dan ia akan murka. Akhirnya Lily memutuskan untuk mengguncangkan tubuh Kendrick. Lagipula jika Kendrick tidak suka dengan caranya, memang ia itu seperti Dewa Hades.
"Tuan Kendrick, bangun Tuuan." Lily mencoba mengguncangkan tubuh Kendrick pelan, tetapi Kendrick masih belum bangun dari tidurnya. Lily mencoba lagi.
"Tuan Kendrick, bangun Tuan. Ini sudah pagi." 2 kali membangunkannya dengan pelan tetap tidak bangun.
"Tuan, bangun Tuan."
"Tuuuaaannn..... baanngguuunnn Tuuaaaaan...." Lily kesal mengguncangkan tubuh Kendrick ke 3 kali tidak juga bangun, akhirnya Lily mengguncangkan tubuh Kendrick lebih keras.
"Kaaauuu....!! beraninya kau membangunkanku seperti ini?!" Kendrick pun bangun. Kendrick geram, sorotan matanya tajam menatap Lily dengan benci.
"Maaf Tuan, saya bingung tidak tahu caranya membangunkan anda Tu Tuan," Lily menjawab terbata-bata dengan menundukkan kepalanya
"Ini hari pertamamu melayani, tetapi kau sudah berani lancang!" Kendrick masih geram dengan Lily, jari telunjuknya itu menunjuk-nunjuk wajah Lily. Lily takut hanya menundukkan wajahnya.
"Mana kopi? kenapa kau tidak membawa kopi?!" tanya Kendrick dengan suara meninggi.
"Tugas awal saya membangunkan anda dulu Tuan. Setelah itu mempersiapkan pakaian dan membuatkan kopi," jawab Lily.
"Kau sudah berani membantah ya!"
"Ya Tuhan... Aku harus berkata apa? apapun yang aku katakan salah. Bahkan si Hades ini tidak memberitahuku cara membangunkannya" batin Lily menggerutu.
"Kenapa kau hanya berdiri mematung di sini? kau tuli dengan ucapanku?!" bentak Kendrick kesal melihat Lily hanya mematung tidak segera membuatkan kopi.
"Baik, Tuan," jawab Lily pelan menundukkan wajahnya dan segera ke dapur membuatkan kopi.
"Dasar gadis bodoh!"
Lily mencari keberadaan kopi di meja kitchen, Lily buka satu-persatu lemari itu. Mencari kopi saja susah sekali. Lily mengambil toples kopi yang ia temukan di ujung lemari atas. "Astaga kenapa kopi ini diletakkan di sini ?"
Lily mengambil cangkir gelas di lemari, dan membuka toples. Lily mengambil 2 sendok kopi dan gula dimasukkan ke dalam cangkir gelas. Lalu mengambil teko elektrik dan menuangkan air pamas ke dalam gelas cangkir seraya mengaduk-aduk kopi. Kemudian meletakkan gelas cangkir kopi yang sudah siap di nampan. Lily membawa nampan itu ke kamar Kendrick.
Kendrick menatap Lily tajam yang sedang membawa nampan. "Membuatkan kopi saja lama sekali!" umpat Kendrick.
"Maaf, Tuan." Lily meminta maaf dan memberikan secangkir kopi tersebut pada Kendrick, dan Kendrick pun meminumnya.
"Kenapa kopinya manis sekali?" pekik Kendrick
"Maaf Tuan, itu sudah sesuai takaran," jawab Lily.
"Saya tidak suka kopi manis! kenapa kau membuatkan kopi seperti ini?"
"Ya Tuhan... Memangnya aku tahu, kau tidak suka kopi manis," batin Selena kesal
"Maaf tuan besar, tetapi aku tidak tahu jika tuan suka kopi pahit."
"Jangan berani kau membantah setiap perkataanku!" bentak Kendrick mengingatkan dengan sorotan mata tajamnya.
Lily menghela napasnya pelan. "Semua selalu salah, berbicara salah, diam pun juga salah," batin Lily kesal.
Kendrick kesal melihat Lily terus mematung
"Buatkan kopi yang aku inginkan!" perintah Kendrick.
"Baik, tuan," ucap Liky pelan menundukkan wajahnya dan segera ke dapur lagi untuk membuatkan kopi yang baru.
"Gadis yang bodoh!!"maki Kendrick.
Bersambung....