Ultimatum Mengerikan

929 Kata
Lanjutannya... Setelah selesai melakukan ijab kabul, Kendrick membawa Lily kembali ke kediamannya. Setiba di kediamannya, Kendrick dan sekretaris Jackson meminta Lily untuk duduk di ruang tengah dulu. Lily pun juga sebenarnya ingin bertanya karena ada yang mengganjal dipikirannya. Kenapa Lily dan Kendrick harus menikah? Walaupun pertanyaan bodoh tersebut akan membuat murka Kendrick tapi setidaknya Lily tahu alasan tersebut. Tangan Lily berkeringat dingin dan ia meremas-meremas tangannya takut untuk bertanya. "Tu, Tuan, apa saya boleh bertanya sesuatu mengenai pernikahan ini?" Kendrick tersenyum miring. "Saya tahu kau pasti akan bertanya ini!" ucap Kendrick dingin. "Jack, jelaskan pada wanita bodoh ini!" perintah Kendrick pada Jackson. "Seperti yang anda lihat Nona Lily, tempat anda tetap sebagai penebus hutang dan Nona Lily tetap menjalani tugas anda melayani Tuan Kendrick," tegas Jackson. "Pernikahan ini hanya simbol untuk anda untuk selalu patuh terhadap Tuan Kendrick. Anda di larang untuk memiliki hubungan dengan lelaki lain dan mengabdikan hidup anda sepenuhnya untuk Tuan Kendrick," Jackson menjelaskan dengan sorot mata menyeramkan. Lily hanya bisa menelan salivanya. "Statusku memang istri tapi aku hanya sebagai b***k untuknya," ucap Lily dalam hati. "Apa anda keberatan Nona Lily?" tanya Jackson yang tahun mimik Lily tidak senang akan hal itu Lily tersenyum kecil dengan raut wajah menyedihkan. "Tidak Tuan. Saya mengerti apa yang harus saya lakukan," ucapnya. Kendrick tersenyum menyeringai menatap Lily. "Apa kau pikir saya menikahimu untuk menjadikanmu istri?" kata Kendrick dengan nada menyeramkan. "Jangan mimpi hidupmu akan tenang gadis bodoh!" ucapnya lagi dengan keji. Lily tak mampu berbuat apa-apa. Ingin rasanya dia membenci hidupnya dan menyalahkan Tuhan. Namun, Lily tidak boleh menyerah. Lily percaya pasti ada keajaiban untuknya suatu saat nanti. "Cepat berikan kertas itu pada si bodoh ini!" titah Kendrick pada Jackson. "Baik, Tuan Kendrick." Jackson mengambil kertas dari tas kulitnya dan memberikan pada Lily. "Silahkan anda baca, Nona Lily," perintah Jackson pada Lily. "Ini apa, Tuan?" tanya Lily. "Baca saja! Jangan banyak tanya!" gertak Kendrick dingin. "Baik, Tuan." Lily pun membaca kertas tersebut, kertas yang bertulis peraturan peraturan-peraturan selama mengabdikan diri untuk Kendrick. Peraturan yang tertulis : 1. Berkewajiban membangunkan Tuan Kendrick tidur di jam 07.00. 2. Menyiapkan segala keperluan kerja dan keperluan lainnya. 3. Berkewajiban menyambut Kendrick ketika pulang bekerja pada pukul 17:00. 4. Harus selalu patuh apapun yang dikatakan Presdir. 5. Dilarang keluar rumah selama Tuan Kendrick bekerja ataupun berada di rumah. 6. Dilarang melakukan aktivitas apapun tanpa persetujuan Tuan Kendrick. 7. Dilarang ikut campur masalah Tuan Kendrick. Dan masih banyak lainnya, hingga warna, makanan, pakaian, barang dan lainnya tertulis jelas di kertas itu apa saja yang tidak disukai Kendrick dan apa saja yang disukai Kendrick. Apa yang tidak boleh dikerjakan Lily dan Apa yang boleh dikerjakan Lily untuk melayani Kendrick. Di kertas tersebut juga tertulis, Lily harus melakukan apa saja dengan semua aktivitas Kendrick dan tidak boleh membuat Kendrick murka. Bak catatan yang mengerikan melayani raja! Lily tersenyum kecut dengan dahi yang berkeringat. "Ya Tuhan, sebanyak ini tugasku?" batinnya. "Baiklah, anda sudah mengerti nona Lily. Saya rasa anda cukup pandai," timpal Jackson lagi. "Tetapi dengan semua tugas ini, saya tetap bisa menjalani kehidupan pribadi saya?" Lily mencoba memberanikan bertanya. Apa selama hidupnya hanya dihabiskan untuk melayani menjadi b***k Kendrick dan tidak boleh melakukan kehidupan yang normal. Lily juga tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya menyedihkan seperti ini. Setidaknya harapan dirinya menjadi sarjana tercapai. "Maksud anda seperti apa?" tanya Jackson datar. "Saya juga masih kuliah, Tuan. Maksud saya cita-cita saya ingin menyelesaikan pendidikan tinggi. Setidaknya berikan saya kesempatan untuk mewujudkan impian saya. Saya berjanji akan melakukan tugas saya dengan baik selama mengabdi kepada Tuan Kendrick." Kendrick mendengarnya berang dan langsung menatap Lily sangat tajam. Berani-beraninya wanita bodoh di hadapannya itu meminta negoisasi. "Apa anda tidak membaca di kertas perjanjian sebelumnya, Nona?" Kendrick berbalik bertanya dengan tatapan dingin. "Sudah sa, saya baca Tu, Tuan," jawab Lily terbata-bata. Lily langsung merapatkan kedua tangannya memohon pada Kendrick. "Saya mohon Tuan Kendrick." Kendrick sebenarnya geram, namun setelah Kendrick pikir-pikir menyetujui asal Lily tidak pernah kabur. Jika Lily sampai berani melarikan diri, Kendrick tidak akan segan-segan membuat hidup Lily menderita dan tentu saja Kendrick akan menggantung kepala si tua Badros itu. "Baiklah! Kalau sampai kau berani kabur dariku. Saya tidak akan segan-segan memenggal kepala kau dan keluargamu di sini!!" ancam Kendrick tersenyum menyeringai. Lily mendengar ancaman Kendrick bergidik ngeri. Tetapi setidaknya Lily masih bisa berkuliah. Ya! Meskipun impian menjadi seorang Dosen tidak akan pernah terwujud. Lagipula ijazahnya pun tidak akan berguna. "Apa anda yakin Tuan Kendrick membiarkan Nona Lily keluar dari jangkau anda?" tanya Jackson memastikan yang tidak ingin Tuannya itu salah langkah. "Biarkan saja!" ucap Kendrick. Jackson mengerti dengan pikiran Tuannya itu. "Baik, Nona. Di kertas ini anda diwajibkan sudah berada di rumah jam 17.00, selain itu silahkan anda melakukan aktivitas biasa anda Nona. Tetapi jika Tuan Kendrick meminta anda pada jam-jam tertentu, Nona harus mematuhi perintah Tuan Kendrick," tegas Jackson menjelaskan. "Baik," sahut Lily tersenyum tipis. "Baiklah anda sudah paham Nona. Silahkan beristirahat dan esoknya anda sudah mulai bertugas melayani Tuan Kendrick," sambung Jackson lagi membiarkan Lily untuk beristirahat hari ini. "Terima kasih Tuan Kendrick anda sudah mengizinkan saya untuk menyelesaikan kuliah," ucap Lily pada Kendrick. Kendrick diam dengan tatapan dingin. "Saya permisi, Tuan," pamit Lily beranjak berdiri dan meninggal kedua lelaki itu. Lily masuk ke kamarnya. Lily menghempaskan tubuhnya di ranjang tidur karena sangat lelah dan keesokannya Lily harus bangun pagi dan menjalan hari pertama dirinya melayani si Tuan Hades itu. Lily mengambil pigura putih foto mendiang orangtuanya di atas meja. "Daddy dan mommy doain Lily ya di sini, Lily sayang kalian" tidak lama, Lily memejamkan matanya dan tertidur juga. Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN