Lanjutannya...
Pagi Hari, Keesokkan Harinya.
Tok.. Tok... Tok...
Pintu suara kamar Lily terdengar ada yang mengetuk.
Lily pun mendengarnya dan langsung bangun dari tidurnya itu. "Haduh siapa ya?" tanyanya bingung sambil mengucek matanya menahan kantuk.
"Iya siapaaaaa?" teriaknya bertanya.
"Saya Gaelan, Nona Lily. 10 menit lagi sekretaris Jackson akan menjemput anda," jawab Gaelan memberitahu.
Lily langsung mengecek jam bekerja di atas nakas. "Apa 10 menit lagi?" Lily terkejut dan panik mengetahui Jackson akan menjemputnya.
"Baiklah, saya sebentar lagi turun," teriak Lily memberitahu Gaelan di balik pintu.
"Aku harus cepat-cepat mandi nih. Nanti si Lucifer itu murka lagi."
Lily beranjak bangun dari ranjang tidur dan melangkah ke dalam kamar mandi. Ia pun langsung cepat-cepat mandi dengan waktu 3 menit saja langsung cepat selesai.
Setelah selesai mandi, Lily mencari pakaian yang dia kenakan di lemari dan langsung memakai pakaiannya. Tangannya pun gesit menyisir rambut sambil memoleskan liptint di bibirnya.
"Selesaaaii."
Lily langsung keluar dari kamarnya dan turun ke lantai dasar. Nampak sekretaris Jackson sudah datang, sesuai ucapan Gaelan tadi.
"Apa anda sudah selesai, Nona Lily?" tanya Jackson.
"Sudah," jawab Lily.
"Silahkan Nona Lily ikut saya masuk ke dalam mobil," perintah Jackson.
Lily mengerutkan alisnya dengan heran akan dibawa ke mana dirinya. "Kita mau ke mana?"
"Nanti anda juga tahu, Nona Lily," ucap Jackson.
Jackson melangkahkan kakinya keluar halaman rumah dan Lily mengikuti Jackson dari belakang. Jackson membukakan pintu mobil untuk Lily masuk.
Tidak lama kemudian mobil Rolls-Royce hitam pun pergi meninggalkan kediaman istana tersebut.
Entahlah Lily tidak tahu mau dibawa ke mana oleh sekretaris Jackson. Ia harus patuh dengan perintahnya Kendrick. Selama di perjalanan Lily terus memandangi jalanan dari balik kaca mobil.
Beberapa menit kemudian mobil berhenti di gereja. Lily bingung kenapa sekretaris Jackson berhenti di gereja ini. Memangnya ada apa?
Jackson keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam gereja tersebut. Lily pun mengikuti Jackson dari belakang, ia masih bertanya-tanya kenapa sekretaris Jackson membawanya ke gereja ini.
Di dalam gereja, 3 orang wanita langsung membawanya ke ruangan. Entah ruangan apa mereka membawa Lily. Lily tidak bisa membantah perkataan Jackson, selain menurut dan mengikuti orang-orang tersebut menuntunnya.
"Sebenarnya aku mau dibawa kemana?" tanya dalam hati.
Ke 3 orang itu berhenti di ruangan seperti kamar tepatnya. Orang-orang itu meminta Lily untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Nona, silahkan duduk di kursi itu. Kami akan mendandani anda," ucap wanita dengan rambut disanggul.
"Mendandani saya? Memang mau apa?" tanya Lily bingung.
"Hari ini adalag hari ini pernikahan anda, dan sebentar lagi Tuan Kendrick dan juga pastor akan datang." Lelaki berkemeja coklat memberitahu.
"Menikah?" pekik Lily terkejut.
Kemudian ke 3 orang tersebut mendandani Lily sesuai perintah dari Kendrick.
*****
Setelah selesai dirias dan juga sudah memakai gaun pengantin. Waktunya Lily untuk keluar dari ruangan tersebut. Lily maandangi dirinya sendiri di cermin dengan iba. Kenapa hidup terasa tidak adil untuknya? Setelah ia rela dikorbankan oleh pamannya untuk dijual, kini Lily benar-benar terikat oleh Kendrick. Bahkan merasakan kehangatan dalam hidupnya pun tak pernah ia rasakan.
Lily memandangi dirinya dicermin dengan iba. Meratapi hidupnya kini, seharusnya pernikahan adalah hari kebahagiaan semua wanita, namun tidak untuk dirinya. Ia rela mengorbankan dirinya sebagai GADIS PENEBUS HUTANG!
Kejamnya dunia yang Lily miliki!
Air mata tak sengaja menetes di wajah cantiknya itu. "Aku memang cantik dengan gaun pengantin ini. Ya! Aku akan menikah dan punya suami, tapi—" ucapnya dari hati yang paling dalam teramat sedih.
Lily memandangi dirinya di cermin dengan wajah yang berkaca-kaca. Ia mencoba menenangkan hatinya untuk menerima semua. "Tapi pernikahan ini hanya pernikahan semu, aku harus bisa terima hidupku sekarang." Lily menyeka wajahnya dan tersenyum kecil untuk tetap tegar.
"Tuhan, apakah ini memang takdirku?"
Lily mencoba tetap tegar, namun rasanya sangat sulit untuk menerima takdirnya yang harus ia jalani.
"Nona Lily, mari ikuti kami," perintah salah satu dari mereka.
"Nona Lily, anda jangan mengotori wajahmu seperti ini. Nanti Tuan Kendrick akan amarah mengetahui make up anda luntur," tegas lelaki berambut ikal memperingatkan.
Lily menyeka wajahnya yang hampir sembab. "Baiklah," jawabnya tersenyum kecut.
Kemudian ke 3 orang itu membawa Lily ke altar gereja. Nampak Kendrick sudah siap menunggunya namun tatapannya sangat tajam melihat Lily yang sedang berjalan kearahnya.
Di altar tersebut hanya ada Jackson dan pendeta juga ke 3 orang make pengantin tersebut.
"Mempelai pengantin wanita sudah siap, apakah bisa kita mulai?" tanya Pendeta.
"Lakukan saja Pak Pendeta, jangan membuat Tuan Kendrick menunggu lama," perintah Aksa pada si Pendeta.
"Baiklah," jawab Pendeta.
"Apa anda keberatan nona?" tanya Jackson yang tahu mimik ekspresi Selena.
"Tidak, sekretaris Jackson," balas Lily tersenyum kecut.
"Mempelai pria dan wanita silahkan ikuti apa yang saya ucapkan," kata si Pendeta pada Kendrick.
“(Lily Cassandra atau Kendrick Leon Hector), aku mengambil engkau menjadi istri atau suamiku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”
Kendrick dan Lily pun mengucapkan lafal suci tersebut yang sebenarnya bukan janji suci kepada Tuhan. Namun ikatan mematikan hidup untuk menyiksa kehidupan wanita. Benar-benar pernikahan konyol yang seharusnya pernikahan adalan sakral dan suci, namun digunakan untuk membuat rencana yang tidak dapat dimengerti.
Lily sedih dan sakit mengucapkan semua lafal janji tersebut. Namun apa daya yang dapat ia lakukan?
Setelah janji pernikahan diucapkan, kedua mempelai saling memasangkan cincin nikah, kemudian diteguhkan dan diberkati pleh pendeta dihadapan para saksi.
Entahlah apa rencana yang akan Kendrick lakukan terhadap Lily?