EP 4

1018 Kata
Di mall "Gavtra Square" Surabaya, terlihat banyak pengunjung ada yang bersama pasangan, keluarga, teman, mereka menyibukkan diri dengan belanja main game, dan menghabiskan waktu di mall. Sementara itu Rania dan Tania berjalan menulusuri mall, tak lama pergi menuju kafe O'D rice memesan croissant dan cokelat panas sembari duduk. "Rania, aku bingung sama kamu kenapa merubah penampilan memakai tompel, kacamata, itu bukan gayamu" ucap Tania yang nampak bingung "Buat menyamar" ucap Rania santai "Kenapa harus begitu?' ucap Tania "Biar nggak ada yang mengenalku dan bisa bebas seperti ini" ucap Rania yang merasa gerak geriknya akan terbatas jika menjadi diri sendiri "Tapi kamu jadi culun" seolah Tania pesimis akan rencana Rania. "Nggak masalah tau, lagian meski culun aku tetap cantik" ucap Rania optimis "Percaya diri banget kamu" ucap Tania yang mengingat sifat sahabatnya telah kembali seperti biasa dari pesimis ke optimis "Tentu" ucap Rania tenang dan penuh pertimbangan "Terus nama kamu gimana mau tetap pakai nama asli atau samaran" ucap Tania yang menerka "Benar juga kamu, aku harus pakai nama samaran, kira-kira kamu punya usul" ucap Rania ragu "Bagaimana dengan Aruna, nama yang dulu kamu pakai saat menyamar sama Smith" ucap Tania yang mengingat aksi kedua sahabatnya melakukan banyak hal agar dia terlepas dari perjodohan yang menyiksa "Boleh juga" ucap Rania menyetujui ide Tania "Terus kenapa kamu lihat-lihat toko, mau beli apa?" tanya Tania yang bingung akan gerak gerik sahabatnya "Nggak mau beli, tapi aku hanya ingin mencari kerja sambilan" ucap Rania penuh semangat "What??? Kalau gitu kamu nggak perlu pusing lagi, karena lebih baik minta bantuan sama kak Jose" ucap Tania sembari minum cokelat panas yang dibeli dan menikmati pemandangan spot indah cafe "Memang nggak repot" ucap Rania cemas merepotkan sahabatnya "Nggaklah" ucap Tania santai Keduanya pun menghabiskan cokelat panas dan croissant dengan santai sembari selfie di spot keren yang tersedia. Aneka foto diambil dengan penuh pose yang lucu, gimik, dan model profesional. ***** Di ruangan kerjanya Jose sibuk mengerjakan beberapa berkas penting perusahaan, dan tiba-tiba ada notifikasi di aplikasi hijau miliknya [Tania DQ] Hai kak Jose, aku butuh bantuan, bisakah kakak mencarikan pekerjaan [Jose Tampan] pekerjaan di kantor ada sih, tapi cuma Office Girl, memangnya kamu mau kerja [Tania DQ] bukan aku, tapi Rania [Jose Tampan] oh dia, kupikir kamu, kalian memang anak manja, jadi gimana dia mau apa tidak? [Tania DQ] mau tapi dia nanti menyamar jadi culun dan pakai nama Tara, apa itu bisa [Jose Tampan] bisa diatur lagian kamu sama Rania sudah ku anggap sebagai adikku sendiri [Tania DQ] makasih kakakku yang paling tampan [Jose Tampan] sama-sama adikku yang suka nyusahin Kemudian Jose menyelesaikan pekerjaannya dan setelah selesai menyiapkan dokumen surat lamaran pekerjaan Tara. Tak lama Jose membawa dokumen sekaligus minta izin Revan di ruangannya " Bro ini dokumen sudah selesai, tinggal kamu cek lagi, oh ya adikku mau kerja disini apa boleh?" Tanya Jose untuk meminta izin bos sekaligus sahabatnya "Boleh, tapi memangnya dia nggak kuliah" tanya Revan sembari mengecek dokumen "Kuliah sambil kerja gitu, part time" kata Jose menjelaskan situasinya "Boleh aja, tapi kamu tau sendiri posisi yang ada cuma OG, apa dia mau" ucap Revan ragu menawarkan pekerjaan yang dirasa tak pantas untuk adik sahabatnya "Katanya mau, tapi nanti kamu jangan terlalu kejam ya" Jose mengingatkan. Jose tau karakter sahabatnya yang berubah semenjak pergi ke luar negeri menjadi semakin kejam dan sulit ditebak meski dia masih yakin didalam lubuk hati kecilnya Revan masih sama dengan yang dulu "Memangnya aku sejahat itu" Revan yang tak terima akan perkataan sahabatnya. Menurutnya sikapnya super disiplin itu adalah wajar. "Bukan begitu, tapi adikku culun bro" ucap Jose yang mencemaskan nasib Rania jika harus tertekan akan sikap angkuh sahabatnya "Yap ku usahakan untuk tidak terlalu ketat. Besok dia bisa langsung kerja" ucap Revan "Ok, makasih bos" ucap Jose yang bersungguh-sungguh "Sama-sama, lain kali kalau ada masalah bilang aja. Selama aku bisa bantu aku akan melakukannya. Jangan sungkan aku sahabatmu" ucap Revan yang serius "Iya" ucap Jose ***** Keesokan harinya Rania bersiap dengan penyamaran menempelkan tompel palsu di pipi kiri, memakai kacamata biasa, dan rambut diikat. Jose yang memandangnya heran akan perubahan Rania. Jose tau kebiasaan Rania mirip Tania meski pintar, keduanya suka menghamburkan uang. Sekarang berubah menjadi wanita biasa dan malah bekerja. "Apa iya segitu kekurangan uang kah" gumam Jose. Sementara itu sikap Tania biasa aja "Rania, itu beneran kamu?" Ucap Jose bingung melihat perubahan drastis Rania "Iya kak Jose, memang siapa lagi?" Ucap Rania yang tenang "Ribet banget, memangnya kamu tidak risih" ucap Jose yang merasa Rania menyusahkan diri sendiri dengan menyamarkan penampilan "Risih kak, tapi biar aku aman soalnya kan lagi kabur" ucap Rania yang memikirkan segala resiko yang ada "Terserah dah, nanti kita pergi bareng ke kantor" ucap Jose menawarkan tumpangan "Ok, tapi kamu tidak malu jalan denganku yang seperti ini" ucap Rania ragu "Nggak, oh ya kamu harus siap mental sebab CEO mulut pedas apalagi kalau lihat yang culun seperti mu" ucap Jose mengingatkan "Siap kak" Rania penuh dengan percaya diri "Tan, kamu nggak mau ikut kerja sekalian" tanya Jose "Nggak, uangku banyak, lagian nanti aku maunya jadi nyonya yang suka habisin uang suami" ucap Tania dengan sombongnya "Penampilanmu aja begitu, mana ada yang mau" ucap Jose menyindir adik sepupunya "Gampang kak, cuma di-make over sama Rania pasti aku dapat cowok" ucap Tania yang santai "Kamu memangnya tidak punya cita-cita" tanya Jose "Masih kucari" ucap Tania santai dan malas memikirkan hal yang rumit "Ya udah cari cepat, keburu nikah" ucap Jose "Kalau nikah sama seperti tadi, nggak perlu ribet" ucap Tania "Dasar matre, jangan-jangan kalau kamu dijodohkan sama cowok tajir, kamu mau aja" ucap Jose "Kok tau, selama orang itu nggak seperti Hazel, pasti aku mau" Ucap Tania "Oh My God, kamu tidak salah bicara gitu" ucap Rania yang tak percaya Tania menjadi materialistis "Aku sadar banget" ucap Tania "Terserah kamu, tapi sebaiknya kamu harus berusaha mandiri meski kelak kamu menikah dengan pengusaha tajir, agar hidupmu tidak bergantung padanya" ucap Rania "Itu, dengerin kata Rania" ucap Jose "Iya, nanti akan ku pertimbangan" ucap Tania Mereka pun sarapan pagi bersama dengan roti selai nanas dan s**u hangat. Setelah itu Jose dan Rania pergi ke kantor, sementara Tania asyik nonton Drakor karena jadwal kuliah siang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN