EP 5

1017 Kata
20 menit berlalu Rania dan Jose telah sampai di perusahaan Permata Abadi. Mereka melangkah menuju ke kantor. Dalam hati Rania "sepertinya aku familiar dengan tempat ini, benar ini perusahaan pak Revan, sial kenapa aku nggak tanya sebelumnya tempat kerja kak Jose, apa aku harus mundur" " Dik, kamu kenapa masih disitu, ayo cepat masuk" Jose yang tak sabar melihat Rania yang termenung lalu menghampiri Rania " Setelah aku pikirkan, aku nggak jadi kerja disini, aku cari kerja diluar kak" ucap Rania gugup merasa keputusan untuk bekerja disini nampaknya kurang tepat "Hmm, kenapa? takut sama bos galak" tanya Jose penuh curiga gerak geriknya "Iya kok tau" ucap Rania santai. Dalam hati "bukan itu maksudku hanya gimana kalau Revan tau yang sebenarnya, aku bisa amsyong" "Kamu tidak perlu takut aku akan membelamu, ayo masuk" bujuk Jose Tanpa terduga Revan datang menghampiri keduanya "Jose, ayo masuk" kata Revan "Ini mau masuk tapi adikku Ara takut sama kamu" ucap Jose melihat reaksi terkejut Rania "Takut, memangnya saya menyeramkan" ucap Revan yang memandang Rania yang lagi menyamar sebagai Tara "Iya, pak bos seram" ucap Rania polos " Apa?? Heh culun, kamu bisa lihat nggak sih saya itu tampan bukan menyeramkan" ucap Revan yang tak terima dibilang menyeramkan "Maaf pak" ucap Rania "Karena sikapmu ini adikku jadi takut, dia ini masih lugu ok" ucap Jose membela "Terserah, yang penting sekarang kalian pergi kerja" ucap Revan seraya pergi ke ruangannya. Dalam hati " dasar culun nyebelin, untung adiknya Jose kalau tidak sudah pasti kutendang keluar dari perusahaan" "Baik pak" ucap Jose dan Rania serempak Kemudian Jose mengantarkan Rania yang menyamar sebagai Ara menuju ke ruang pimpinan OG yang bernama Vina. " Jadi namamu Tara, apakah benar kamu adiknya pak Jose?" Tanya Vina ragu melihat dari atas sampai bawah, penampilan sederhana tak menampilkan pakaian yang mahal. "Iya bu" jawab Rania "Kok kamu nggak mirip" ucap Vina curiga "Nggak tau ya bu" ucap Rania sambil menggaruk-garuk kepala "Oh ya ngomong-ngomong kakak kamu sudah punya pacar" selidik Vina. Vina salah satu karyawan yang mengidolakan Jose yang tampan, pintar, dan ramah pada orang lain termasuk bawahannya " Sudah bu, bentar lagi mereka akan menikah" ucap Rania yang serius "Waduh, pupus sudah harapan saya" ucap Vina dengan nada kecewa "Ibu nggak perlu kecewa kan masih ada pak bos CEO tampan Bu" ucap Rania ceplas-ceplos "Kamu bisa aja, tapi harus tau gosipnya pak bos selera tinggi tipe wanita cantik, pintar, elegan, kaya, seperti princess" terang Vina "Oh itu saya tidak tau Bu" ucap Rania. Dalam hati " wahh kok mirip gue ya, tapi dulu kalau sekarang mah beda jauh" "Jadi kamu juga jangan berharap, orang seperti kita pasti langsung dicoret dari daftar. Kok jadi ngerumpi bareng kamu, ternyata kamu asyik diajak ngobrol" "Ya, makasih Bu" ucap Rania tulus. Merasa senang bisa asyik mengobrol dengan orang baru "Sekarang kita fokus pada pekerjaan, dalam lingkup OB dan OG dibagi dua shift, shift pagi ada Ratih, Doni, Indri, Lala, shift siang Edo, Caca, Eja. Kamu tukar shift sama mereka, satu lagi kalau shift pagi datang 1 jam sebelum karyawan lain, sekarang kamu paham" ujar Vina menjelaskan "Iya bu, saya paham" ucap Rania "Bagus, sekarang kamu kerja sekalian kenalan dengan mereka" "Baik Bu" Rania pun memulai pekerjaan penuh semangat, mulai membantu Lala untuk mengirimkan minuman ke karyawan. Setelah itu, dia merapikan barang, foto copy, dan lain-lain. Setelah itu Tara beristirahat sejenak. Dalam hati "oh ternyata begini rasanya kerja, kelihatan simpel, tapi lelah juga, apa karena aku tidak terbiasa kerja, tinggal minta mama papa, pantes Tania nggak mau kerja, nasib nasib." Kemudian mengepalkan tangan menyemangati diri sendiri Tanpa disadarinya, Revan mengawasi gerak-gerik Tara secara diam-diam. "Baru kerja dikit saja kelihatan lelah apalagi banyak, pasti si culun tidak pernah kerja, payah sekali si manja. Tunggu kenapa aku memikirkannya lebih baik fokus pada Rania" gerutu Revan ***** Sekarang menunjukkan pukul 13.00 Rania berlari tergopoh-gopoh karena kelasnya 10 menit lagi mulai. Ia berusaha keras untuk tidak terlambat apalagi pelajaran dosen Revan. Melihat Rania seperti itu temannya kawatir, setelah sampai ruangan Rania duduk " Ran, ini minum" ucap Cillia yang memberikan air mineral "Makasih" ucap Rania yang langsung meminum air mineral. Rasa dahaga langsung hilang, tubuh terasa menyegarkan "Ngapain kamu lari, memang dikejar anjing" ucap Denia yang penasaran tingkah temannya "Aku takut telat, kan dosen killer, telat 15 menit disuruh keluar" ucap Rania yang menjelaskan "Iya sih tapi biasanya kamu datang lebih awal" ucap Denia yang merasa aneh "Tadi aku kerja dulu, setelahnya baru kesini" ucap Rania "Ohh" ucap Cillia dan Denia secara bersamaan "Rania sayang, kalau butuh sesuatu tinggal bilang aku, jangan kerja gitu nanti kamu capek" rayuan Raka. Raka suka merayu Rania karena menyukainya sejak lama. Namun, meski begitu dia menerima keputusan Rania yang menolak cintanya. Tapi untuk soal merayu tetap dia lakukan, karena itu hobi yang menyenangkan "Ogah" ucap Rania Tak lama Tania datang ikut nyinyir "Apa kalian percaya gitu, itu cuma alasan palingan dia pacaran sampai lupa waktu" ucap Tania "Jangan ngomong sembarang woi, kalau nggak punya bukti" ucap Denia tegas "Kamu nggak perlu belain anak mama, dia manja mana mungkin bisa kerja" ucap Tania dengan sombongnya Revan yang datang memandang tidak suka karena menyudutkan Rania "Cukup kalau kalian masih bicara di kelas saya, kalian keluar" ucap Revan dengan nada tinggi Semua mahasiswa terdiam, setelah itu Revan memulai pelajaran meski dalam hati kesal. Revan POV Hari ini benar-benar menyebalkan, di kantor ada OG nyebelin, culun, jelek adiknya Jose lagi tidak bisa dikeluarkan. Dan siang lihat Rania dihakimi Tania rasanya pusing sekali, mau menolong tapi ragu, bagaimana kalau dia berpikir macam-macam. Semoga esok lebih baik. Lamunan Revan di ruangannya terhenti saat Rania masuk "Pak, apa boleh saya masuk" ucap Rania "Silakan, ada keperluan apa kamu kemari" ucap Revan "Saya mau menyerahkan tugas kemarin" ucap Rania "Letakkan disitu" ucap Revan mengarah pada meja "Apa bapak sakit?" Tanya Rania "Hanya sedikit pusing" ucap Revan "Bapak silakan istirahat, jangan lupa minum obat, maaf saya mengganggu" ucap Rania seraya pergi dari ruangan "Hmm" "Perhatian kecil darimu Rania membuatku bahagia. Seharusnya kamu tidak perlu kerja, terima perjodohan kita, saya akan pastikan kamu bahagia, semoga aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku" gerutu Revan. Revan istirahat sejenak sebelum melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN