Untuk sesaat waktu seakan berhenti. Membuat dua perempuan itu saling berpandangan dalam kesunyian. Berlatar belakang angin yang awalnya terasa hangat berubah menjadi dingin karena hari telah menjadi malam. Ditempatnya Rose terus menatap wajah Jasmine yang dipenuhi keterkejutan dan ketegangan. Jasmine yang dalam hitungan detik berikutnya tertawa. "Rose candamu nggak lucu tau gak sih." Tapi tidak begitu dengan Rose. Parasnya tidak berubah. Dia tetap sama. "Aku tidak sedang bercanda Jas. Aku serius." Tawa di bibir Jasmine perlahan memudar. Mendengar pernyataan Rose rasanya seperti ada sebilah pisau yang menusuknya perlahan dari balik tubuhnya. "Aku bahkan sempat berpikir, bagaimana jika kita melakukan negosiasi dengan cara menukar anak ini dengan suamimu." Bibir Jasmine terbuka sedikit

