Ketapel. Menguping. Kritik.

1039 Kata
Jennie Oclay sangat bosan di kelas. Meski dia selalu menjadi murid nomor satu, dia juga menjadi murid paling sering bolos dengan alasan yang logis. Jangan liat Jennie begitu aktif ikut ini itu di sekolah, sebenarnya dia hanya ingin melarikan diri dari mata pelajaran yang menurutnya membosankan. Melewati kantor guru kedisiplinan dia melihat pintu terbuka lebar dan tempat itu berantakan. Beberapa guru dan siswa sedang membantu membersihkan. "Oh, sial. Sekolah pasti telah terkena kutukan untuk bertemu dengan b******k Al Carrow" desahnya pada diri sendiri sambil menggelengkan kepala dengan lemah. "Apa katamu?" tanya suara suram di atas kepala Jennie, sesaat setelah dia mengumam pernyataan itu. Mata Jennie melebar, ada sedikit rasa takut didalam hatinya dengan kemunculan tiba-tiba Al Carrow didepannya seperti hantu, benar-benar membuatnya terkejut dan cemas, tapi dia mencoba untuk tetap tenang sekuat tenaga. Lelaki didepannya mengunakan kemeja putih yang tidak terkancing dengan benar, beberapa bagian pakaiannya sobek dan masih ada jejak sepatu yang tertinggal, wajahnya suram, alisnya yang tebal dan gelap berkerut, dan diramalkan bahwa dia belum menjadi orang baik dalam hidupnya. "Tidak ada" jawab Jennie menyangkal. Mata Al Carrow sedikit menyipit, meski siswa cantik didepannya menyangkal, tapi tatapannya yang penuh penghinaan sudah menjelaskan segalanya. Apalagi matanya yang memindai dari atas hingga bawah, yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Nama Jennie Oclay terlintas dibenaknya. Dia tentu saja tidak mengenal gadis itu, tetapi dia merupakan tokoh populer disekolah menengah Quon. Meski dia tidak peduli padanya, tapi dia sudah mendengar banyak guru dan siswa memuji prestasinya didebat nasional. "Kalau aku tidak salah dengar, seseorang mengatakan b******k Al Carrow semacam kutukan untuk sekolah" Al Carrow berkata dengan senyum jahat. Sudut mulut Jennie kaku sesaat "Oh, kurasa telingamu memang tidak salah mendengar" katanya mengangguk membenarkan dan melirik sekeliling "Kesadaran diri memang sangat penting bagi semua orang. Tapi ada hal lain yang sangat penting, hanya lelaki pengecut yang akan bertengkar dengan wanita" "Tidak ada salahnya sesekali mecoba sensasi menjadi lelaki pengecut" "Kupikir itu bukan pilihan yang bijak. Tapi jika kau bersikeras dengan idemu, aku sarankan kau menganti celanamu dengan rok, mungkin sensasi menjadi pengecut yang kau rasakan lebih besar" Melihat tatapan Al Carrow yang makin suram dan darah disudut bibirnya makin menambah kesuraman itu, Jennie tidak berani tinggal lama "Baiklah, tidak berbincang denganmu lebih lama. Waktumu sepertinya sangat berharga. Sampai Jumpa" lanjut Jennie mencoba melarikan diri. Dia berjalan menjauh tapi siapa yang akan meramalkan tangan lelaki itu merayap ke pundaknya dan menarik tali bh-nya. Karena Jennie berjalan otomatis tali itu memanjang, dan Al Carrow melepaskannya. Keparat! Jennie langsung berbalik dengan jari teracung kesal "Kau..." Dia ingin mengumpat dengan keras dan memarahi lelaki kurang ajar itu, tapi sang pelaku tidak tahu malu itu telah berlari menjauh. Menghilang seperti kemunculannya, hantu. Jennie hanya mampu menghentakkan kaki dengan marah sambil mengutuk dan memarahi Al Carrow sebanyak yang ia bisa. Ketika dia menceritakan kejadian sial yang baru saja dialaminya kepada Allysa, ketika sampai saat Al Carrow mengubah tali bh-nya menjadi ketapel, tiba-tiba Jennie mendapat semburan s**u ke wajahnya lalu diikuti semburan tawa. Dunia benar-benar terasa semakin tragis, Jennie Oclay tersenyum pahit. ___ Di bulan Juli tidak banyak hujan datang, suhu udara naik, tapi langit sedikit suram dan tidak ada matahari yang tampak. Jennie Oclay sama sekali tidak menyukai suasana mencengkram itu. Apalagi tubuhnya terasa lengket membuat ia bertambah kesal. Dia melewati pepohonan dan berusaha secepatnya menuju kelas dan menikmati mesin pendingin udara untuk meredakan rasa gerah yang ia rasakan. Tapi siapa yang tahu dia mendengar suara seorang gadis yang terdengar memohon dan menyedihkan "...teman-temanku mulai bertaruh kau pasti akan meninggalkan aku. Mereka mengatakan kau kurang perhatian padaku. Kumohon Al, potong rambutmu dan cobalah untuk bertahan sebentar di kelas" "Enyah!" lalu terdengar suara lain yang lebih berat dan sangat tidak sabaran. Langkah kaki Jennie melambat, dia mencari sumber suara dan sepertinya tebakannya benar. Suara itu milik Al Carrow, dan pacar barunya yang berada di kelas yang sama dengannya. "Tidak Al! Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini. Aku pacarmu! Setidaknya kau mendengarkan aku sekali. Kau nampak tidak terurus jika terus seperti ini" "Maka berhenti jadi pacarku" Kata Al dengan dingin dan sombong, lalu meninggalkan gadis itu yang tercengang sesaat, lalu berusaha mengejar Al Carrow dan memohon. Bingo! Al Carrow tidak suka di kritik. Jennie Oclay tersenyum puas. Ia tahu apa yang seharusnya ia lakukan dari dahulu. Selain tidak suka akan kenyataan asal usulnya, Al Carrow benci wanita ikut campur masalah pribadinya. Jennie mencibir untuk gadis cacat mental yang berusaha bermain trik untuk mengendalikan binatang buas sejenis Al Carrow. Bodoh! Benar-benar tidak punya otak. Orang tuanya saja tidak bisa mengendalikan Al Carrow, apalagi hanya seorang wanita yang bisa dia ganti bagai pakaian. - "Telah meninggal semangat belajarku" desah Allysa sambil melempar pena ditangannya dan merebahkan kepalanya dimeja. Jennie Oclay yang tengah membaca novel menatap Allysa samar "Kemarin tanganmu gatal karena diduga alergi tugas, sekarang semangat belajarmu meninggal, besok apa lagi alasanmu untuk tidak melakukan tugas?" tanyanya dengan nada ketidaksetujuan. "Tentu saja aku harus menemukan alasan baru" cetus Allysa penuh keyakinan. "Cepat kerjaan tugasmu, sebentar lagi ujian Nanti kalau nilai ujianmu kecil lagi, jangan salahkan aku jika ibumu marah-marah dan membandingkan denganku" kata Jennie mendorong Allysa. "Nilai kecil? zoom aja" ucap Allysa asal. "Sinting" "Kenapa hidupku begitu sengsara" keluh Allysa dramatis "Hari-hari masa SMAku hanya diisi dengan tugas menumpuk tanpa ada drama percintaan macam drama Korea. Jennie, ayo lakukan sesuatu! Kau itu membosankan sekali" "Apa?" tanya Jennie menutup novelnya setelah diberi pembatas "Kau ingat pergi ke kelas senior lagi sambil izin ke kamar mandi?" Allysa langsung duduk tegak penuh semangat "Nah, ayo kita melihat-lihat penyemangat belajar" ajaknya, hilang sudah semua rasa malas di tulangnya. Allysa dan Jennie, dua sahabat yang tak terpisahkan itu tengah berjalan berkeliling, dan mereka juga harus melewati kelas Al Carrow. Dan mata Jennie menangkap lelaki itu tengah menyisir rambutnya di depan cermin yang ia siapkan dalam lokernya. "Dia pikir dia keren dengan rambut panjang. Apa tidak ada orang yang mengatakan bahwa ia mirip gelandangan kumuh dan dekil" bisik Jennie Oclay pada Allysa tapi Al Carrow bisa mendengarnya dengan jelas. Pagi berikutnya Allysa berlarian lagi menyongsong kedatangan Jennie "Kau tahu, Al Carrow memotong rambutnya" Jennie Oclay tersenyum penuh kemenangan, ia bakal membuat laki-laki itu makin tidak tenang dengan kehadirannya, tapi masalah sebentar lagi liburan musim panas. "Sudahlah Ally, berhenti membicarakan dia. Moodku bakalan buruk jika mengingatnya" cegah Jennie Oclay.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN