Allysa sangat sangat menantikan liburan sekolah!
Setiap hari bangun untuk pergi sekolah dia berharap hari ini libur dan ketika sampai di sekolah dia berharap gurunya berhalangan hadir, ketika pulang sekolah dia berharap besok liburan!
Setiap saat liburan!
Libur karena kepala sekolah ada urusan penting.
Libur sekolah karena pertemuan guru ini dan itu.
Libur karena akan di adakan pertemuan tertentu di sekolah.
Pokoknya libur! Apapun alasannya yang di inginkan adalah tidak datang ke sekolah di waktu sekolah semestinya.
Namun apa yang harus dia hadapi ketika liburan benar-benar tiba bukanlah pantai yang indah, destinasi liburan yang menarik, atau tempat-tempat lainnya yang cocok untuk liburan musim panas, yang bisa di share di sosial media dan mendapatkan tanggapan iri dari teman-temannya, tapi omelan ibunya, dan panas musim panas yang tak tertahankan.
Dia melihat status teman-temanya seputar liburan ke mana, shopping di mana, hangout kemana dan party ini itu, ketemu seleb siapa atau orang-orang penting siapa gitu.
Dia juga ingin pergi liburan!
Tapi tabungannya sudah habis untuk membeli apartemen dan bersikeras tinggal sendiri setelah masuk Quon dan orang tuanya tidak mau lagi memberinya uang tambahan.
"Kau sepertinya tidak menyambut kedatanganku" kata Jennie dengan melipat kedua tangan didada.
Allysa menatap jengkel. Dia sangat kesal.
Dan dua kesal melihat kedatangan Jennie Oclay!
Karena orang tuanya terus membandingkannya dengan Jennie Oclay selama dua jam. Dua jam hanya berbicara tentang keunggulan Jennie Oclay!
Jennie berada di peringkat pertama di seluruh Jurusan IPS dan dia sama sekali tidak masuk seratus besar.
"Jen, kita pindah Kartu Keluarga ya"
Jennie mengangkat alisnya "Ibumu membandingkan kau dan aku lagi?" tanyanya menebak.
Kemarin nilai ujian akhir semester pertama di umumkan di website sekolah dan juga di kirimi ke email orang tua masing-masing, dan sekali lagi dia kena omelan ibunya.
Dia sangat ingin menjawab seperti yang di katakan Benjamin Franklin 'Saya tidak gagal dalam ujian. Saya baru saja menemukan 100 cara untuk melakukan kesalahan'
Tapi, jika dia menjawab, ibunya pasti akan menambah dua jam lagi membandingkannya dengan yang lainnya.
"Ya, Aku rasa aku anak pungut" kata Allysa "Dan kau anak kandung ibuku yang hilang. Bagaimana nilaimu"
"Belum lihat" kata Jennie, tapi Allysa sudah tahu kalau nilai Jennie berada di daftar teratas.
Dan dia juga sangat yakin dia dan Jennie adalah musuh bukan teman.
Dia bahkan curiga terlalu lama berteman dengan Jennie, otaknya telah di curi tanpa dia sadari.
Makannya Jennie bisa belajar hanya setengah jam sebelum ujian mendapatkan nilai penuh sebab dia memiliki dua otak. Sedangkan otaknya yang tidak mau bekerja saat ujian mungkin hanya tinggal cangkang dan isinya sudah di curi Jennie Oclay.
"Enaknya jadi alien jenius" ujar Allysa, tapi tak diladeni Jennie.
Jennie berjalan mendekati Allysa, mengambil salah satu bukunya "Mariku lihat catatan dosamu" katanya dengan wajah serius.
"Apaan, dosaku tidak sebanyak tugasku" sahut Allysa "Lihat! Lihat! ada banyak sekali tugas musim panas!" keluhnya.
"Kan udah SMA, ya banyak" balas Jennie seolah tugas yang menumpuk bukanlah apa-apa
"Matematika sama politik aku nyontek kamu ya" pinta Allysa.
"Kerjain sendiri! Kalau nyontek nanti kamu ngak ngerti" tolak Jennie.
"Pelit" ujar Allysa cemberut "Ah, iya. Pas acara barbeque nanti aku pakai baju apa ya?" tanyanya berbicara sendiri "Kamu belum dengar? semua kelas dari jurusan seni bakal hadir! Kamu juga pergi, kan?" tanyanya pada Jennie.
"Ngak, ah"
"Nanti banyak teman lho"
"Aku kan ada kursus"
"Ah, tidak bisakah kau bolos kursus sesekali?" tanya Allysa.
"Ngak bisa"
"Lah, ngak asik. Aku mesti pergi sendiri" kata Allysa cemberut "Ngomong-ngomong Jen, kau ikut program musim panas apa?"
"Banyak" jawab Jennie.
"Kutebak kau pasti menghadiri kelas orang-orang tua yang membosankan itu"
"Siapa bilang membosankan. Mereka sangat menyenangkan dan menarik. Antropologi langsung dan mendongeng Etnografi, kedua kota melalui filsuf, lalu Etika politik dalam pelayanan publik..."
"Jen, Jen, tunggu-tunggu. Bisakah kau berbicara bahasa manusia?" Sergah Allysa.
Jennie memutar bola matanya "Baiklah, satu kursus yang kau mengerti mungkin kursus vokal" jawabnya.
Jennie benar seseorang yang membosankan dan kuno. Mereka tidak memiliki bahasa yang sama bahkan berada di dunia yang sama.
Tapi dia ragu kenapa dia harus berteman dengannya.
"Bukannya kau tidak bisa bernyanyi?" Tanya Allysa. Jennie yang dia kenal sama sekali tidak bisa bernyanyi karena dia buta nada!
Di SMP Dia awalnya agak minder berteman dengan Jennie karena dia cantik, pintar berprestasi, pokoknya anak yang diinginkan semua orang lah, tapi semakin lama dia menyadari bahwa tuhan itu sangat adil.
Jennie itu tidak bisa bernyanyi karena dia buta nada dan tidak menggambar tidak memiliki keseimbangan warna, ibu Jennie bahkan mengatakan Jennie tidak mewarisi gennya sama sekali, karena Ibu Jennie seorang dosen seni, dari kecil Allysa suka bermain ke rumah Jennie karen ibu Jennie sangat pintar menggambar, gambar apa saja akan terlihat sangat cantik di tangan ibu Jennie.
Tapi jika Jennie disuruh menggambar, bahkan untuk membuat garis lurus, dia sama sekali tidak bisa, menggambar bunga paling mudah sekalipun dia akan menghancurkannya.
Meski ingatan Jennie sangat kuat, tapi dia tidak bisa mengingat wajah orang dengan mudah, butuh bertemu ratusan kali dan berinteraksi lebih sering barulah Jennie ingat. Tetapi setelah mengingat jika tidak bertemu untuk jangka waktu tertentu, Jennie akan lupa lagi.
"Tidak bisakah aku menyanyikan lagu nasional?" Tanya Jennie, satu-satunya jenis lagu yang Jennie sesuaikan nadanya hanya lagu nasional itupun jika di nyanyikan bersama-sama biar tak ketahuan sumbang nadanya.
"Serius Jen, mengapa kita bisa berteman sampai saat ini?"
"Kalau kau tanya aku, aku tanya siapa?" Jennie balas bertanya.
Allysa agak heran dengan dirinya sendiri, Jennie Oclay bukan seorang yang asik, gila, atau kotak obrolan, sama sekali tidak humoris apalagi baik hati, dia seorang Capricorn yang membosankan, kaku dan selera humornya telah dimusnahkan dengan vaksin ketika dia baru lahir.
Meski begitu dia tetap memilih berteman dengannya.
Mungkin karena Jennie itu seperti cermin, ketika dia bahagia Jennie akan ikut bahagia untuknya, ketika Dia sedih Jennie juga ikut sedih karenanya.
Sama sekali tidak sama seperti uang, lain di depan dan lain pula di belakang.
Dan yang paling Allysa sukai tentang Jennie Oclay, dia seperti No Drop, tidak bocor-bocor.
Curhat kepada Jennie selain melepaskan emosi negatif dan menyampaikan keluh kesah, meski dia tidak akan membantu mencari solusi, tetapi pasti akan membantu dengan menertawakan lebih dahulu tentu saja, dan Jennie juga bisa di jadikan penyimpanan memori cadangan.
Karena Jennie adalah spesies langka yang ingatannya sangat kuat, bahkan jika Allysa menceritakan di jatuh cinta kepada siapa dan alasannya, Jennie tidak akan pernah lupa, meski Allysa hampir menyukai seseorang sebanyak tiga ratus enam puluh lima kali setahun, Jennie bahkan tidak akan lupa ataupun bertukar orang, selain itu dia juga tidak akan membocorkan rahasia kepada siapapun dan sekecil apapun.
Dan Jennie juga merasa Allysa akan jadi satu-satunya teman untuk selamanya, karena dia terlalu malas untuk menemukan teman yang baru.