Bertemu Al Lagi

1004 Kata
“Jadi kemana kami akan mengantarmu?” tanya Reind memecah kebisuan. "Tangkaweh" cetus Jennie Oclay. Reind tidak tahu harus berkata apa, sedangkan Al Carrow memang sedang tidak ingin mengatakan apapun. Kebisuan dan kebekuan bertahan cukup lama, berlanjut hingga akhirnya Reind memecah kebekuan yang mulai mengakar "Hei, bukankah kita pernah bertemu sebelumnya masuk Quon?" tanyanya dengan suara cerah secerah hari ini. Reind menoleh ke belakang, melempar senyum hangat. Jennie membalas dengan tersenyum hambar sambil mencoba mengingat dengan pasti, tapi sejauh ia mengingat ia belum mendapatkan apa-apa. "Mungkin" katanya dingin. Sesekali Al Carrow melirik, mamastikan apakah seorang Jennie Oclay akan berubah menjadi ceria, namun ia masih menemukan gadis bertubuh kurus tinggi itu tengah duduk muram dengan ekspresi yang hampir sama ketika pertama kali melihatnya tadi. Masih dengan nada yang sama Reind mengatakan "Audisi Putra dan Putri Prevkaya, apakah masih ingat? Aku yang meminjam kursi temanmu yang kosong waktu itu. Ingat?" Jika bertanya soal perhatian memperhatikan orang lain, maka adalah kesalahan terbesar jika bertanya pada seorang Jennie. Allysa pernah mengatakan bahwa Jennie setengah buta wajah, sebab seorang Jennie Oclay adalah sosok makhluk yang sering tidak mempedulikan orang lain disekelilingnya, apalagi mengingat wajah mereka yang tidak dikenalnya. Namun, entah anugerah dari mana seorang Jennie Oclay akhirnya mengingat, mendung yang tadinya mengitarinya tiba-tiba terbang menjauh secepat kilat. “Oh, ya, aku mengingatnya” nadanya berubah menjadi ceria. Jennie begitu bahagia karena setidaknya ia berhasil mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu "Itu adalah pengalaman lucu sekaligus memalukan dalam hidupku. Jika aku diberi kesempatan kedua, maka aku memilih tidak pernah mengikutinya" katanya. Astaga, ada apa dengan cewek aneh ini, pikir Al Carrow. Cewek yang tadinya bak malaikat pencabut nyawa duduk diam dengan ekspresi menakutkan, tiba-tiba saja berubah seperti power ranger, menjadi sosok lain yang seratus delapan puluh derajat bertolak belakang dibandingkan dengan yang ia ketahui tadi. "Kenapa? Bukankah itu pengalaman yang menyenangkan. Menurutku cukup menyenangkan” komentar Reind. Masih dengan nada yang ceria dan lantang Jennie Oclay kembali mencurahkan pendapatnya tentang pengalaman yang buruknya "Sudahlah, sungguh memalukan, bagaimana denganmu? Kau berhasil?" tanyanya dengan tertawa kecil. Itu pertama kalinya Al Carrow mendengar cewek aneh itu tertawa dan terlihat begitu bahagia. "Ayo berbagi cerita” ajak Reind. Jennie kembali tertawa dan tersenyum canggung " Awalnya aku begitu bersemangat karena dipilih sekolah ikut seleksi. Terlalu bersemangat malah, tapi aku lupa kenyataan aku punya tinggi badan yang jauh dibawah standar mereka, selain akan tersisih dengan tinggi badan, lagi pula aku bukan anak siapa-siapa, juga ngak cantik-cantik amat” Jennie kembali tersenyum mengingat betapa bodohnya dia di masa itu, betapa ia sangat bersemangat waktu itu, tes yang dilakukan tanggal satu Agustus itu berupa tes bentuk tubuh, tinggi, masa tubuh. Lalu dilanjutkan dengan tes wawancara yang dilewatinya dengan sungguh-sungguh dan sangat baik. Namun, sebaik apapun ia menjawab wawancaranya ia lupa bahwa ia telah gagal di tes pertama, apalagi bukan tes tinggi badan. "Apa kau lulus?” ulang Jennie mengingat lawan bicaranya belum menjawab pertanyaannya. "Tunggu, aku Reind, sejauh ini kita belum saling berkenalan" Kata Reind memperkenalkan diri "Mungkin karena terlalu bersemangat sampai lupa. Dan dia temanku Al, aku dan Al sama-sama di Quon sepertimu” Mereka saling tertawa mengingat bahwa betapa mereka telah lupa situasi. Mereka tertawa sangat bahagia, lupa bahwa di sana bukan hanya mereka berdua. Masih ada Al Carrow yang hanya duduk gelisah serta siap memposisikan diri jadi obat nyamuk, jika seandainya ada nyamuk genit yang menganggu percakapan dua manusia yang terdengar sangat akrab, seperti telah kenal dan terpisah selama bertahun-tahun dan baru berjumpa kembali. Ia berencana membakar diri agar salah satu diantara mereka menyadari bahwa ia juga berada di sana namun, tidak ada yang peduli. Ia menyadari bahwa seorang Reind yang anti cewek tengah bertransformasi menjadi Reind yang lain, yang lebih banyak bicara. Belum pernah sebelum-sebelumnya ia melihat seorang Reind bersemangat dan tertarik bicara panjang lebar dengan cewek manapun. " Jadi sekarang kita kemana?” tanya Al Carrow. Jennie Oclay kembali berubah mejadi malaikat kegelapan, tanpa disadari nada bicaranya berubah "Di depan ada perempatan, belok kiri. Trus ada pertigaan lagi, aku turun disitu aja” Tak enak hati ada hal hain yang dirasakan Al Carrow, seharusnya ia tidak bertanya jika jadinya begini, Jennie Oclay pasti sangat marah sampai berapi-api. "Jadi tinggal di sana" Canda Reind menyadari ada perang dingin yang berkoar-koar didalam mobilnya. Jennie Oclay terkekeh "Tidak juga, rumah nenekku akan ada didalam sana, masih melewati beberapa jalan kecil" "Sebaiknya kami mengantarnya sampai ke rumah, bukan begitu Al?" Al Carrow hanya mengangguk dan tersenyum kecil. "Jangan" cegah Jennie "Nanti nenekku merecokiku" ___ "Kau bisa menyingkirkan senyum sialanmu itu" ujar Al Carrow jengkel setelah mereka menjauh dari lokasi Jennie Oclay turun. "Ada apa denganmu?" tanya Reind mengangkat alis. Dia meletakkan kedua tangan di belakang kepala dan nampak sangat santai "Kau sepertinya tidak menyukai Jennie Oclay" "Bukan aku yang tidak menyukainya" Sanggah Al Carrow "Tapi dia yang tidak menyukaiku" "Kalau kau berhutang padanya sebaiknya kau bayar!" "Hutang cinta?" tanya Al Carrow "Kalau dia jatuh cinta padaku, sudahku libas saja dia" "Sial!" kutuk Reind menatap Al Carrow tajam "Kau menolaknya, mungkin" "Tidak mungkin, dari awal dia sudah bersungut-sungut melihatku. Wajahnya selalu kelam kaya malaikat Izrail" "Emang kau sudah pernah ketemu" "Ya sudah lah, kan itu di wujudkan dalam bentuk itu Jennie" kata Al Carrow dengan senyum yang bukan senyum "Wajahnya selalu bertuliskan 'Benci Al Carrow' di keningnya, sial, aku tahu dia murid pintar dan berprestasi. Tapi apa hubungannya kenakalanku dengannya. Dasar aneh" "Lalu kau teruslah berpikir apakah kau menyinggungnya di suatu tempat" cetus Reind dan memperhatikan jalanan dimusim panas yang dipenuhi gadis-gadis sexy. Reind baru akan membalas perkataan Al Carrow ketika ponsel bergetar di saku. "Sial!" kutuk Reind melihat ponselnya "Bisakah kau meminta pacarmu untuk berhenti mengangguku, lihatlah berapa kali dia menelpon ke ponselku" katanya jengkel dan memperlihatkan layar ponsel kepada Al Carrow. "Ambil saja jika kau mau" kata Al Carrow. "Apa?" Reind menatap Al dengan senyum nakal "Sudah bosan bermain, huh? pinggangnya oke, secepat itu kau bosan?" "Cerewet kaya nyamuk" "Nih, katanya dia nungguin di apartemenmu" kata Reind melihat satu lagi pesan masuk dan pacar Al Carrow "Kau antar aku ke bengkel dan uruslah pacar nyamukmu"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN