Happy reading .... . . . Teriknya mentari terasa menyengat kulit. Membuat Kallan memutuskan untuk segera balik. Pembahasan tentang Gita memaksa hatinya kian terusik. Walau bagaimanapun pikirannya tak dapat menampik, jika melupakan wanita itu memang perkara sulit. Suasana sunyi menyambut diri. Tak terdengar bising dari para penghuni. Meski beberapa tampak ke sana ke mari, hatinya tetap kosong tak terisi. Bermaksud menyegarkan diri, Kallan berjalan ke halaman belakang. Berenang di siang hari sepertinya mampu mendinginkan tubuh dan pikirannya yang seakan panas terbakar api. Namun, sebelum itu semua terjadi, terlebih dahulu ia mendapati sang kakak tengah termangu seorang diri. Di gazebo tempat mereka dulu bercanda bahkan berkelahi. Mendekati pria itu, sepertinya bukan pilihan yang buru

