Part 24

1888 Kata

Happy reading .... . . . Matahari merangkak naik. Cahayanya menerpa bumi dengan terik. Menembus hingga ke dalam bilik, sehingga mengusik sang pemilik. Suara lenguhan Gita, menarik perhatian Alindra yang tengah berdiri menghadap jendela. Memutar tubuh, memastikan kebenaran dari indera pendengaran, lelaki itu mengulas segaris senyum. Menyambut kesadaran Gita dari tidurnya. "Hai ... Apa masih pusing?" Diletakkan punggung tangah di kening Gita. Sepulang dari pemakaman, Gita menelan tablet sakit kepala. Ia mengeluh pusing setelah sadar dari pingsan. Ketika obat itu bekerja, maka kantuk pun datang melanda. Seketika itu pula Gita merasa perlu memejamkan mata. Wanita berparas ayu itu menggeleng perlahan. Ia menyibak selimut yang menutupi setengah badan. Beringsut hendak berdiri. Bergerak k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN