Selamat membaca .... . . . Berdiri di depan hunian yang entah berapa jika dinilai dengan uang. Bangunan angkuh itu menjulang tepat di depan mata Gita. Rasa hangat menerpa kulit ketika matahari mulai merangkak naik. Namun, tidak dengan hatinya. Ia tahu di dalam sana ada sosok pria yang pernah ia jadikan tumpuan harapan. Tapi, akhirnya lelaki itu pula yang menghempaskan segalanya. Rasa kasih yang mulai tumbuh, dibabat habis oleh sikap dan perilaku Alindra yang selalu berapi-api. Menyudutkan Gita pada jiwa yang memaksa memupuk rasa benci. Bahkan akibat dari keegoisannya, Gita harus kehilangan satu-satunya keluarga yang ia miliki. Sang panutan telah berpulang. Pergi membawa perih dari rasa sakit yang Gita alami. Dan semua itu terjadi karena seorang lelaki, yang Gita sebut sebagai suami.

