Part 56

2176 Kata

Dengan langkah tegas, Gita berjalan menuju tempat yang telah diberitahukan oleh seorang resepsionis. Sebenarnya sang penerima tamu sudah meminta Gita untuk menunggu di ruang tamu yang tersedia di gedung tersebut. Akan tetapi, ia tak bisa sesabar itu menanti orang yang ia cari. Bermodalkan nama besar suaminya, Gita pun mendapatkan akses masuk lebih mudah. Sehingga ia dapat segera menemui orang yang sejak tadi memenuhi pikiran Gita. Tanpa permisi dulu, Gita buru-buru mendorong pintu dan secepat kilat melayangkan sebuah tamparan keras di wajah sang adik ipar. Mendapat serangan mendadak tersebut, Kallan terperangah seraya mengusap pipinya yang terasa panas, akibat beradu dengan telapak tangan kecil Gita. "Berengsek, kau!" maki Gita, dengan kilat amarah yang berkobar nyata dari matanya. "Ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN