"Udah, udah, Kal, cukup." Ella memalingkan wajah dari sesendok bubur yang disodorkan Kallan. Enam hari sudah Ella dirawat di rumah sakit. Kondisinya perlahan membaik. Apalagi sejak Kallan dengan setia menemaninya di sana. Pria itu juga begitu telaten menyiapkan segala yang Ella perlukan. "Sedikit lagi," bujuk Kallan. "Enggak, Kal. Aku kenyang," tolak Ella lagi, menggelengkan kepala. "Oke ... Kalau begitu sekarang kamu istirahat lagi." Kallan memang berhenti memaksa Ella untuk makan, tetapi kalimat berikutnya pun sama sekali tak membuat Ella senang mendengarnya. "Kal, biarin aku duduk begini. Aku bosan tidur terus. Lagi pula aku sudah membaik. Aku sudah ingin pulang," protes Ella, karena Kallan terlalu berlebihan memperlakukannya. "Nanti saja pulangnya. Nanti kalau pulang siapa yang

