Kallan menoleh pada Al yang ternyata juga tengah melihat ke arahnya. Sorot pandang keduanya menyiratkan banyak tanya. Walau tak pernah bermasalah dengan wanita yang saat ini berdiri di depan pintu tersebut, tetap saja kedatangannya mengundang tanda tanya besar. "Mama?" Al terlebih dulu menyapa sang bunda, kemudian berjalan menghampiri sosok anggun yang selalu lembut saat bicara dengan anak-anaknya. "Kenapa tidak masuk?" lanjut Al, setelah berhasil mendaratkan satu kecupan di pipi sang ibu. Seulas senyum yang terlihat kaku diberikan Tisha pada kedua pria yang lahir dari rahimnya tersebut. "Em ... Mama takut mengganggu istirahatnya Ella," ungkap Tisha, memberi alasan. Detik berikutnya giliran Kallan yang memberi pelukan hangat serta kecupan di pipi sang ibu. "Mama apa kabar?" Kallan menat

