Part 44

1945 Kata

Happy reading .... . . . "Kallan ... Kallan ...." Tisha berjalan cepat di belakang Kallan. Memanggil-manggil namanya, sembari terisak. "Ma, please! Biarkan aku pergi." Dengan jengah Kallan menoleh pada ibunya. "Oke, Mama ngerti. Tapi, tidak begini caranya. Mama mohon kita bicarakan ini dulu. Kamu jangan kekanakan seperti ini." Tisha menahan lengan Kallan agar tak lagi melangkah pergi. Saat itu juga Kallan melempar koper dalam genggamannya. Menghadap ke arah Tisha, dengan tatapan penuh rasa kecewa. "Kekanakan? Mama bilang aku kekanakan? Apa aku tidak boleh bersikap kekanakan, setelah masa kanak-kanakku yang hilang, karena selalu kalian paksa untuk bersikap dewasa?" Tatapan nyalang Kallan terasa menggores relung hati Tisha. Ia menggeleng tak percaya dengan segala ucapan yang meluncu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN