Happy reading .... . . . Sebuah koper berdiri rapi dekat pintu kamar. Masih ada satu lagi yang masih dalam proses pengemasan. Dibantu oleh Anah dan Tika, Gita memasukan pakaian serta barang-barang untuk ia bawa ke rumah mertuanya. Ada gurat kesedihan terpancar dari dua ART yang dipekerjakan Alindra tersebut. Lama tak bertemu dengan Gita, kini gadis itu datang justru untuk berpamitan. Ia bahkan menyampaikan bahwa rumah itu akan segera dijual. Bukan karena, Al sedang kekurangan uang. Hanya saja, menurut cerita sang ibu, rumah itu seperti sebuah kutukan baginya dan juga keluarganya. Karena, di rumah itulah Tisha mengalami kehancuran berpuluh tahun silam. Dan sekarang semua itu nyaris terulang pada pernikahan Al dan Gita yang bahkan baru mereka jalani selama satu bulan. "Mbak, kalian ja

