Kegiatan biasa yang sering Rain lakukan setiap malam adalah mengantarkan gadis kecilnya ke dunia mimpi. Hal ini sudah Rain lakukan sejak dia mulai menerima kehadiran putrinya itu. Takdir memang aneh, meskipun mereka bukanlah ayah dan anak kandung yang sesungguhnya, namun kasih sayang Rain kepada Aqilla melebihi kepada anak kandung. “Sekarang waktunya kamu tidur,” perintah Rain yang bergegas menggiring sang anak menuju ke ranjang tempat tidur. Kamar yang didominasi warna merah muda pun selama empat tahun terakhir selalu menjadi tempat bernaung gadis itu. “Hari ini kamu mau Papa bacain dongeng apa?” tanya Rain kemudian. Gadis itu pun nampak berpikir, “Hari ini aku nggak mau didongengin sama Papa. Hari ini Papa tidur sama aku, ya, Pa?” pintanya. “Tapi, Sayang, Papa punya –“ “Ayolah,

