Masa Lalu Penuh Emosi

1265 Kata

Mendengar Qisya menyebutkan sesuatu di ujung telepon membuat Emran sedikit terkejut. Kenapa istrinya terdengar begitu kaget saat mendengar nama Pak Diman? “Kenapa, Sya? Kamu kenal sama Pak Diman, ya?” tanya Emran sambil memastikan semua pintu mobil sudah terkunci rapat, lalu mengeluarkan barang-barang bawaan mereka. “Kenal banget, Mas,” jawab Qisya cepat. “Katanya, sih, menurut Mas Irfan, dia tukang kebun keluarga mereka.” “Bukan cuma tukang kebun, Mas.” “Hm? Maksudnya?” “Sebenarnya, lebih dari itu.” “Wah. Seru nih.” Terdengar tawa ringan dari Qisya. “Nanti Mas juga bakal tahu sendiri kok. Sekarang buruan naik ke atas, makan bareng. Jangan sampe masuk angin, loh.” “Gak apa-apa dong, Sayang. Kan ada istri buat mijitin.” “Jadi punya istri cuma buat mijitin aja?” “Buat disayang-say

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN