Api menjilat langit malam Freiburg, menciptakan bayangan raksasa di antara reruntuhan rumah dan bangunan yang terbakar. Suara jeritan bercampur lolongan Lycan memenuhi udara, membuat kota itu seakan berubah menjadi neraka terbuka. Goldbin berdiri di tengah alun-alun, tubuhnya yang besar berdarah di banyak tempat. Nafasnya memburu, bulu hitam keperakan di tubuhnya penuh dengan luka cakar. Namun matanya tetap menyala emas, penuh tekad yang tak tergoyahkan. Di depannya, Brenda berdiri tegap, tubuhnya juga luka-luka, tapi senyum liciknya sama sekali tak luntur. “Lihat sekelilingmu, Goldbin,” ejek Brenda dengan suara dingin. “Kota yang kau lindungi kini sudah menjadi abu. Semua ini... hanya karena kau mencoba melawan takdir. Jika saja kau menyerahkan Meela sejak awal, tidak akan ada darah yan

