Angin malam di wilayah Freiburg membawa aroma tanah basah yang bercampur dengan hawa asing, sesuatu yang membuat bulu kuduk Goldbin meremang. Ia masih berdiri di jendela kamar, matanya menyapu setiap sudut kegelapan. Kehadiran musuh begitu nyata meski tak terlihat. Insting Alpha dalam dirinya berteriak, memaksa untuk selalu siaga. Di ranjang, Meela terlelap dengan tenang. Wajahnya yang pucat kini sedikit lebih teduh, mungkin karena rasa lelah telah membawanya pada tidur yang dalam. Goldbin memandang istrinya sejenak, lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Mereka tahu. Brenda, atau setidaknya seseorang dari kelompoknya, telah menemukan jejak mereka lagi. Sekitar tengah malam, Goldbin turun ke halaman rumah. Ia berjalan perlahan, memastikan langkahnya nyaris tak bersuara. Dari bali

