ASYA POV AKU tersenyum tipis saat Fano memasuki pintu apartement dengan setelan casual yang membuat ketampanan Fano begitu tercetak di dirinya. Boleh tidak aku mengagumi suamiku sendiri? Aku benar-benar tidak bisa menahan diriku, ada rasa dalam diriku yang menginginkan untuk memeluk Fano saat ini. Astaga, aku butuh pasukan udara yang lebih. Apa karna aku hamil? Aku tidak pernah mengidam selama ini. Aku menghirup udara dalam-dalam lalu Fano yang sudah berada di depanku kini menatapku bingung karna melihatku yang gelisah sendiri. "Udah siap belum?" Pertanyaan Fano langsung di balas gelengan dariku. Percayalah, aku ingin sekali memeluk Fano, tapi...apa Fano mengizinkanku? "Yaudah siap-siap dulu aja,” kata Fano seraya tersenyum tipis. Astaga, kumohon tolong aku. Aku ingin memeluk Fano saat

